MADU HITAM
titahnya, lalu beranjak pergi dan menghentakkan kakinya ke lantai.
Sementara itu, Andre kembali pulang membawa hati yang terluka, namun ia berusaha tegar. “Kau dari mana saja, Andre?” tanya Ruby, kedua tangannya disilangkan, wajahnya memendam amarah.
“Ruby, apa kau berpikir buruk tentangku saat matamu terbuka tak melihatku sama sekali?” Andre tersenyum, lalu menutup kedua mata Ruby menggunakan dasinya.“Andre, apa yang kau lakukan ini tidak lucu!” kata Ruby dengan nada manja.“Bukalah, kau pasti menyukainya!” Mata Ruby terbelalak, wajahnya memancarkan kebahagiaan. Sebuah cincin permata dengan harga fantastis.
Hot Chapters