Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Matchmaking

Matchmaking

Gue nunggu dari tadi, lo malah berduaan sama Bara? Gue nggak bisa maafin lo lagi. Bullshit banget alasan lo! Breaknya kita perpanjang aja! Banyak ungkapan-ungkapan kepedihan yang terlintas di kepala Meta. Ia hanya mempersiapkan mental untuk apa yang akan terjadi berikutnya, setidaknya Meta harus kuat dan tidak boleh menangis di hadapan mereka semua. "Duduk sini. Gue udah beliin lo martabak, tapi kayaknya udah dingin deh."
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai mata berkedut terus
Baca
+Pustaka
METAMORFOSA-2 (DWILOGI)

METAMORFOSA-2 (DWILOGI)

“Hah, maksudnya?” Matheo memejamkan mata sambil menahan hawa kesalnya yang sudah di puncak ubun-ubun kepala. Matheo tahu kalau Jelita masih belum sadar seratus persen karena dari cara bicaranya saja masih tampak menggerunyam.
9.67.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai mata berkedut terus
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Sopir Bapak

Terpaksa Menikahi Sopir Bapak

Ada senyum tipis di bibirnya, senyum yang entah kenapa terlihat penuh kemenangan. Bapak tampak terkejut. “Apa?! Damar?!” Tiba-tiba Meta keluar dengan wajah kusut dan mata sembab. “Ada apa ini? Berisik sekali!” keluhnya, terlihat baru bangun tidur. “Semalam aku mengantuk sekali, sampai tak sadar tertidur pulas.” Aku dan Fatih kembali saling pandang. “Mengantuk sekali”? Itu terdengar mencurigakan.
1063.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai mata berkedut terus
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Kepala Sekolah

Istri Rahasia Kepala Sekolah

cicit Bude Gendhis membulatkan matanya tak percaya. Malati terbatuk tiba-tiba akibat tersedak udara yang masuk ke rongga mulutnya, entah dari mana.
1042.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mata berkedut terus
Baca
+Pustaka
MADU SATU MERTUA

MADU SATU MERTUA

Matanya sudah sembab akibat tangis yang keluar tanpa henti. Puas menumpahkan segala hal, Rasti menyapu kasar sisa air mata. Ia lalu melangkah dengan kasar keluar rumah, menjemput anak-anaknya ke sekolah, dan menyusun jawaban bohong bila Nadine dan Raline bertanya tentang keadaannya. *** “Film-nya sedih banget ya, Ma, sampai mata mama sembab karena nangis?” tanya Raline saat malam hari. Mereka sudah bersiap di peraduan untuk menjemput mimpi.
10201.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai mata berkedut terus
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Shifa chibii
ceritany bagus,,kasihan Rasti,ditipu mertua dan suami yg g bisa tegas dan ngindungin anak istriny,,mending pergi aja ras,,soal harta mendiang ortu ntar dicari lagi jalanny buat ngrebut lagi,,dari pada bertahan tpi makan hati..
Lee Siuce
Izin promo ya Thor Mampir yuk gaaes di cerita ku "Cinta Segitiga Sang Pewaris" Ceritanya masih ongoing di jamin seru karena banyak ceritanya di bungkus dengan teka-teki yang susah ditebak ... Mampir yuk
Baca Semua Ulasan
Konspirasi Cinta Pertama

Konspirasi Cinta Pertama

Mataku memicing curiga mengamati ekspresi tak biasa yang ia ciptakan di wajahnya itu. "Ha ha ha, kamu kenapa harus membuang wajah ke samping untuk bernapas, takut napasku bau? Aku sudah sikat gigi kok." Ia terus mengoceh di sela-sela tubuhnya yang berguncang karena tertawa terbahak-bahak.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai mata berkedut terus
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

ucapnya merasa tidak enak. “Gak keliatan juga muka-muka matre di wajah kamu”kataku jujur sambil memperhatikan raut wajahnya yang meneduhkan. “Alhamdulillah, Aminn”ucapnya sangat polos sambil meraup wajahnya seperti orang habis berdo’a membuatku tertawa terbahak diikuti dia yang juga ikut tertawa. Dea apa sepolos itu? Jujur aku menjadi semakin gemas dengannya. Tolong ini tidak bisa dibiarkan.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai mata berkedut terus
Baca
+Pustaka
Mayat Berkepala Terbalik

Mayat Berkepala Terbalik

Amanda masih belum nikah, dia tidak mau mati sia-sia. Duar! Dahi Amanda kembali kejedot benda yang keras sekali lagi. "Aduh!" Amanda mengusap dahinya dengan kasar. Lalu matanya memperhatikan benda keras apa yang menghantamnya. Lagi-lagi Amanda membentur bagian tubuh Elang. Ya ampun, badan Elang ini isinya otot kawat balung wesi atau apa ya? Kenapa keras banget? "Ngagetin aja kamu, Lang. Kenapa tiba-tiba nongol di belakangku?" gerutu Amanda.
958 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai mata berkedut terus
Baca
+Pustaka
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

ucapnya singkat. “Pagi, Kak.” Aku duduk di sisi kirinya. Bergerak pelan. Ringan. Seolah jika terlalu keras menarik kursi saja bisa memicu perang kecil. Beberapa detik kemudian... Langkah berat terdengar.nyaring. Matteo. Ia tidak berjalan. Ia menghentakkan kakinya. Rambutnya berantakan. Matanya merah. Rahangnya mengeras seperti seseorang yang menahan ledakan di dalam dada.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 613 kali sebagai mata berkedut terus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status