Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
“Wajahmu kelihatan beda dibanding sore tadi.”
Mataya mencoba tersenyum. “Beda gimana, Kak?”
“Sore tadi waktu kita video call, kamu kelihatan ceria banget. Sekarang senyumnya masih ada, tapi matamu kelihatan lagi kepikiran sesuatu.”
“Perasaan Kakak aja deh.” Mataya berusaha terdengar biasa. “Aku baik-baik aja kok.”
“Yakin?”
“Iya. Mungkin cuma capek aja. Dari pagi bantu masak, beberes rumah, sama nyiapin acara. Badanku lumayan pegal.”