JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
Nafasku memburu, keringat dingin bercucuran seperti lahar yang tak tahan bergerumul dari perut gunung.
Detik selanjutnya, bau aneh memenuhi rongga hidungku. Ku lihat dari ekor mata. Wajahku dan wajah Rere hanya berjarak dua jengkal. Ia ternyata tak tidur, matanya terbelalak sedang menatapku. Dadaku bergemuruh, saat aku tak sengaja melihat ke bagian hidungnya. Lobang hidung Rere tertutup sesuatu berwarna putih.