Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Reset

Reset

"Apa-apan lo? Bikin ulah lagi?" Saka yang tahu siapa itu, langsung lesu pasang muka memelas, merengek seperti anak kecil yang coba cari alasan ke ayahnya. Orang itu tidak lain adalah pemilik SMA Gajah Mada yang baru, Ali Ferdiansyah.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as mata malas
Read
+Library
JIWA-JIWA YANG MALANG

JIWA-JIWA YANG MALANG

56 Am. Kelv berjalan mabuk kesebuah sudut daerah kekuasaan bos besar dalam keadaan jiwa setengah sadar. Tampak olehnya sebuah rumah terpencil dipinggiran kota hujan, maka tak heran jika suasananya hampir seluruhnya dikuasai oleh sampah. Anehnya seorang bocah sekitar delapan tahunan tertidur pulas diatasnya hingga mengingatkan ia akan masa lalunya yang nestapa, jelas bocah itu tidak beribu atau ber–ayah lantaran kehidupannya yang melingkupi hitam dalam sekat kegelapan bayang-bayang kematian.
9.53.9K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as mata malas
Read
+Library
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

"Ya enggaklah, Abang. Sekarang mah udah gak parah. Kan udah ketemu Abang." Spontan Rimbu mencubit lengan Raras. "Bisa ya, jebolan pesantren tapi gesrek* banget gini." Gesrek* dalam bahasa gaul memiliki arti bodoh, oon, salah tingkah. "Abisnya lu lama banget jawabnya. Bang Aksara tuh khawatir dan pengen nganterin lu ke klinik. Gak peka banget sih, dasar es batu."
9.82.9K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as mata malas
Read
+Library
Cinta Wanita Matre

Cinta Wanita Matre

Sangat lucu hingga Grace tertawa renyah. "Terima kasih, Ma. Ini tamparan kedua dalam 2 pekan." "Mama tidak akan nampar kamu kalau kamu tidak kurang ajar, Grace. Semakin lama Mama semakin tidak kenal dengan kamu. Kata-kata kamu kasar, kamu juga berani melawan Mama. Kamu sadar, kamu sudah banyak terpengaruh dengan pergaulan dengan teman-teman nggak jelas kamu." "Teman-teman nggak jelas? Mama tahu siapa teman-teman aku?"
2.1K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as mata malas
Read
+Library
Wanita di Pusara Suamiku

Wanita di Pusara Suamiku

Aura wanita itu lain, dia bukan seorang yang mudah ditaklukan seperti yang sebelumnya. "Egois di bagian mana, Pak? Justru kalau kalian ngotot seperti ini kalianlah yang egois. Sekaligus tak tahu malu," ucap Mala penuh penekanan. Ibunya Rita hampir kelepasan mengontrol emosinya. Perkataan Mala benar-benar membuat harga dirinya hancur. Meski pada kenyataannya, sikap mereka yang rakus itulah yang membuat sosok orang tua itu tak berharga sama sekali.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 501 Times as mata malas
Read
+Library
MALAM PENEBUSAN

MALAM PENEBUSAN

"Sayang kamu kenapa?" "Itu, Mas, coba lihat itu. Banyak sekali Anak-anak di sana ..." Ujung jari tangan kirinya seolah berupaya menunjuk sesuatu, namun jatuh lunglai. "Anak-anak mana sayang? Itu jendela. Itu langit siang," ucap Adam, mengoreksi santun. Jelita pelan, lalu tersenyum penuh kekaguman, masih dengan tatapan kosongnya. "Nggak, Mas. Itu Anak-anak banyak sekali, sepertinya salah satu dari mereka ada anak kita mas..."
1.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as mata malas
Read
+Library
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

"Ibu mau ke depan?" Wanita yang tampak mulai keriput di wajahnya itu menggeleng. "Ibu malu, Zahra. Dewa sudah mencoreng wajah Ibu. Dewa sudah mengotori muka Ibu." Wajah ibu merah padam. Matanya mulai mengembun. Emosi dan rasa malu pasti dirasakan ibu saat ini. "Ibu ..., Ibu tenang ya! Jangan terlalu dipikirkan."
9.6289.5K viewsCompletedAdded to Library 9.6K Times as mata malas
Read
+Library
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Lucky pun berkali-kali menegaskan kalau dia tidak jatuh cinta pada Laura. "Mama mau dia lebih menderita daripada Mama. Mama mau dia tahu bagaimana rasanya dikecewakan oleh pasangan yang amat dicintai," ucap Laras sembari mengingat masa lalunya, bagaimana sakitnya waktu pertama kali dia tahu suaminya punya simpanan. Terlebih simpanan suaminya adalah seorang pelacur.
10940 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as mata malas
Read
+Library
Ketika Adikku Inginkan Suamiku

Ketika Adikku Inginkan Suamiku

“Enggak penting lagi memikirkan perasaanku. Karena perasaanku memang sudah enggak ada, Mala. Semua rasa itu sudah habis. Tida ada lagi yang tersisa meski sedikit saja. Rasa itu semuanya sudah kuberikan padamu. Jadi, enggak masalah lagi sekarang, aku enggak suka, aku enggak cinta, atau apa pun itu. Yang penting Papa dan Mama bahagia. Masalah perasaanku, enggak penting.” “Diky! Kenapa di sini? Hey siapa gadis ini?” Aku dan Mala tersentak. Mama sudah berdiri di depan pintu. “Oh, iya, Ma. Ini Mala, Dia ….” “Sore, Tante … saya Mala,” kata Mala mengulurkan tangan. “Kenapa enggak masuk?” Mama menerima uluran tangan Mala dengan ramah.
4.1K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as mata malas
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status