Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Setelah Malam Itu

Setelah Malam Itu

Sungguh kebiasaan buruk yang merugikan mengenai dia yang seperti putri tidur jika sedang tertidur. “Mau sampai kapan kau melamun seperti itu?” suara Glenn menegur sinis Rebeeca yang sedang kacau menarik ingatannya. Rebecca mengabaikan karena lebih peduli mengenai apa yang ingin diketahui. “Kemarin malam ... aku ... apa aku melakukan hal aneh?” Rebecca sangat ragu-ragu bertanya sehingga tersendat-sendat karena malu. Glenn berpaling dari cermin besar di depan. Dia menatap Rebecca dengan sorot mata dingin yang sulit dipahami. “Kau memeluk dan mencium-cium dadaku.”
9.8262.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 10.0K Beses bilang mata malas
Read
+Library
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

"Kamu harus lihat ekspresi istrimu waktu itu. Wajahnya kusam, seperti dunia akan runtuh. Lucu sekali." Satria ingat saat aku mencoba menanyakan sesuatu padanya waktu dia pulang, dan rasanya sangat menyakitkan baginya. Aku sudah beberapa kali meragukan apakah ada orang ketiga, dan beberapa kali dia menjawab kalau aku hanya cemburu. Ketika kebenaran terungkap, Satria tidak bisa lagi membela diri. Dia hanya bisa merasa malu di bawah tatapan tajam anaknya.
7.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 305 Beses bilang mata malas
Read
+Library
Malam yang panas

Malam yang panas

Hatinya mengecil. Ia ragu beberapa detik, lalu mengangkatnya. “Halo, Ma?” “Di mana kamu?” suara ibunya tajam, tidak menunggu sapaan balik. “Kamu enggak pulang semalam. Ini sudah pagi, Nadia.” Nadia menarik napas dalam. “Aku di tempat teman, Ma. Aku baik-baik saja.” “Teman?” suara ibunya terdengar sinis. “Teman itu Reza, kan?”
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 91 Beses bilang mata malas
Read
+Library
Air Mata di Hari Persandingan

Air Mata di Hari Persandingan

Apakah itu semua tak layak untukku, Allah, ataukah dia yang terlalu sempurna, lalu diriku yang terlalu hina? Aisyah menyeka airmata yang mengalir deras di pipinya, lalu ia pun segera meraih ponselnya yang tiba-tiba bergetar. "Assalamu'alaikum, Ma," ucap Aisyah menyapa mama mertua yang menghubunginya itu. "Ai, apa Bram nggak ada di rumah sekarang? Mama hubungin kok nggak direspon?" "Mas Bram keluar sebentar, Ma."
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 40 Beses bilang mata malas
Read
+Library
Gadis Tanpa Mata Batin

Gadis Tanpa Mata Batin

Kulit pucat kering seperti tanah retak, bibirnya menyeringai lebar hingga membentuk senyum yang tidak wajar, dan mata hitamnya menatap tajam ke arah Mina. “Akhirnya kau bisa melihatku, Mina.” Suara itu keluar dari mulut perempuan itu—serak, dingin, dan memekakkan telinga dalam keheningan malam. Mina mengernyit bingung. Alih-alih merasa takut, ia justru heran. “Loh, kok tahu nama aku?” ucap Mina sambil mengangkat alis. Ia menghela napas pendek, lalu menggeleng. “Ah, ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) ya?”
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 36 Beses bilang mata malas
Read
+Library
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Suatu hari, saat aku baru saja turun dari pesawat, Wita yang sedang memegang ponselnya itu tampak cemas, "Bu Kiara, menurutmu apa yang akan Rani lakukan untuk membuat onar lagi?" Aku menatap Wita, dia sudah banyak membantuku selama beberapa waktu belakangan. Terutama soal urusan Galang. Aku lalu menjawab dengan santai, "Panggil saja aku Kiara." "Omong-omong, memangnya kenapa lagi dengan Rani? Apa dia buat masalah lagi?" "Bukan cuma buat masalah, dia benar-benar sedang cari masalah besar!" Wita lalu menyerahkan ponselnya padaku, "Lihatlah sendiri. Aku kaget sampai mau tertawa melihatnya."
8.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 261 Beses bilang mata malas
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

“Apa, Sayang? Mama dari tadi nyariin kalian lho, tapi nggak ketemu-ketemu. Bukannya kita jadi main petak umpetnya?” “Bener kata Andin, Sayang. Tadi kami cari ku ke mana-mana tapi nggak ada,” ucap Beni tiba-tiba datang bersama Andita. “Beneran, Sayang. Tadi aku ikut main lho sama kalian.” Aku mencoba meyakinkan mereka bahwa aku yakin dengan pembicaraan barusan. “Jadi, tadi Mama main petak umpet sama siapa?” “Siapa lagi yang main petak umpet selain kami, Sayang?”tanya Beni terlihat panik dan penasaran.
105.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 180 Beses bilang mata malas
Read
+Library
IMAM UNTUK NIRMALA

IMAM UNTUK NIRMALA

Saat melihat Mala tak bisa dipungkiri, rasa bersalah itu muncul tiba-tiba dihatinya. “Mmmmm, tidak apa-apa. Aku hanya sedikit pusing dan kurang enak badan, sehingga aku harus menenangkan diri dulu. Tadi aku jalan kaki dari luar, cuacanya lumayan terik, padahal tadi pagi hujan turun dengan sangat deras.” Jawab Mala asal. Lagi-lagi gadis itu sedang berusaha keras menghalau air mata yang seakan tidak mampu dibendungnya lagi. “Wajahmu sangat pucat.” Balas Rena lagi.
105.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 145 Beses bilang mata malas
Read
+Library
Menjadi Istri Rahasia CEO Paranoid

Menjadi Istri Rahasia CEO Paranoid

Dan disini, Alessia berpikir dirinya ini masih bermimpi melihat Matias . Duduk di Sofa Chesterfield, Matias terlihat tenang menatap layar laptop tanpa ekspresi! Mata Elang Tajam dan pupil gold hazel-nya, alis tebal dan garis hidung tinggi, bibir tipis dan jakun seksi*!!? Mungkinkah ini manusia? Tidak, lebih seperti mahkluk mitologi fantasi ... "Sungguh Luar Biasa!" Alessia tidak dapat menahan dirinya, bergumam lalu berkata lagi, "Seperti ukiran Apollo si Dewa Tertampan!"
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang mata malas
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status