BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR
Mata kuda itu tertancap anak panah, membuatnya lumpuh total dan kehilangan penglihatan di satu sisi.
"Saudara Kedua, relakanlah. Kudamu sudah buta dan tidak akan bisa digunakan lagi untuk pertempuran di masa depan," ucap Tahan Sagala—sang pemimpin besar Tahan Martinju—mencoba menghibur saudaranya itu. Ia teringat betapa akuratnya bidikan panah Bondut Jolma dari Desa Parombunan yang telah menghancurkan kebanggaan mereka.
"Jangan terlalu bersedih. Jika ada kesempatan di masa depan, aku akan membantumu mendapatkan yang lebih baik," lanjut Tahan Sagala lagi.