Dendam Birahi Penakluk Hati
“Am, kita memang terluka dengan kehilangan adik, tapi memelihara dendam tidak baik sayang.”
“Tidak Ma, selagi Am belum bisa ikhlas selagi itu dendam harus dibalas.” Dirham berdiri dan melangkah meninggalkan Nora yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat keras kepala putranya.
‘Mama juga sangat terluka Am, mama masih belum lupa, tapi tidak ada gunanya memelihara kebencian itu, adik juga tidak mungkin kembali lagi.’ pelupuk mata Nora bergenang, kenangan lalu kembali menjenguk ingatannya, dan airmata itu jatuh tidak bisa ditahan lagi. ‘Ya Allah, beri anakku hati yang ikhlas, dan beri aku kesabaran.’
Bab Populer