OBSESI BARA
Mata Laila melebar binar, seulas senyum pun terbit di bibirnya.
"Mas? Danau ini ... indah sekali," ucap Laila membuat Bara tersenyum.
"Memang. Tapi, kamu tahu enggak bahwa ada yang lebih indah dari danau ini?" tanya Bara menatap Laila. Sang empu membalas tatapan Bara, dia menggeleng.
"Emang ada?" tanyanya dengan heran.
Bara mengangguk tersenyum. "Di depan Mas ini, seseorang yang terbaluti oleh jilbabnya. Dialah yang paling ... indah. Dan ... tentu paling cantik."