Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mawar Kecil Beracun

Mawar Kecil Beracun

Terlebih lagi, saat itu Levi sendiri yang merasa pemuda itu cukup baik, makanya dia memintaku menjembatani mereka. Kini, di tengah kemarahannya, dia melimpahkan semua kesalahan padaku. "Berlutut! Minta maaf pada Neina!" Aku tertawa karena saking marahnya. "Kenapa aku harus minta maaf?" "Aku nggak pernah melakukan apa pun yang merugikannya, kenapa aku harus minta maaf?" Levi menggelengkan kepala, menyeretku ke hadapan Neina, lalu dengan kasar menendang lipatan lututku.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai mawar maafin marwan ya
Baca
+Pustaka
Malam Pertama dengan Orang yang Tak Dicinta

Malam Pertama dengan Orang yang Tak Dicinta

Ia ingin meyakini perkataan Aminah, tetapi ada saja yang terasa mengganjal di hati. “Bapak merasa sangat bersalah sama Afsana, Bu. Bapak hanya takut Afsa malah kenapa-kenapa seperti Mas Marwan yang jasadnya saja nggak bisa ditemukan.” Kerutan di wajah makin kentara. “Ssttt! Nggak boleh ngomong begitu, Pak. Jangan sangkut-pautkan dengan Mas Marwan yang mengalami kecelakaan di lautan sana. Afsa akan baik-baik saja.”
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai mawar maafin marwan ya
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir

Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir

"Iya mbak, kebetulan mas Marwan kasih izin." "Apapun nanti yang terjadi, kamu harus percaya dengan mas Marwan. Kamu tidak perlu takut, dia pasti akan jaga kamu. Jika dia tidak bisa melindungi kamu dari anak-anak serta mantan istrinya, berarti dia gagal menjadi suami yang baik. Kamu harus temui kami. Kami yang akan urus semuanya." Mawar berkata dengan wajah serius. Marwan hanya bisa menelan air ludahnya berulang-ulang kali mendengar perkataan Mawar. ***
9.66.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223.9K kali sebagai mawar maafin marwan ya
Tampilkan Ulasan (257)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Empat Lapan
bagus&suka bngt ceritanya.. terima kasih Thor sehat selalu agar selalu sediakan cerita" yng bagus... Oya thor boleh dong sekali-kali sediakan beberapa bab tentang keluarga Nathan & Eliza (Noah, twins) kumpul barang..bercanda, tertawa, manja".. kangen bnget soalnya sama mereka
Baca Semua Ulasan
Sayang, Aku Minta Maaf

Sayang, Aku Minta Maaf

Hatiku yang terluka tidak akan sembuh dalam waktu dekat. Sahabatku menjawab, "Jangan terlalu memuji aku. Aku ini bukan santai atau cuek, tapi brengsek. Aku ini cewek playgirl yang cocok dengan cowok berengsek. Banyak yang datang, banyak yang pergi, dan semuanya bahagia." Aku tertawa, "Kalau suatu hari kamu nggak sengaja menarik perhatian seseorang yang bodoh dan benar-benar jatuh cinta padamu, aku mau tahu apa yang akan kamu lakukan."
100.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai mawar maafin marwan ya
Baca
+Pustaka
Maaf,Aku Bukan Lagi Istrimu

Maaf,Aku Bukan Lagi Istrimu

,usir mas Alan. Dengan langkah gontai aku kembali pulang ke kontrakanku. Perasaannya ku tidak menentu karena aku tidak pernah menyangka mas Alan bisa sampai marah begitu karena selama kami menjalin hubungan mas Alan belum pernah marah dan membuat aku menjadi tersinggung. "Mengapa mas Alan bisa semarah itu ya? . Apa kalau sama istrinya dia juga tukang marah - marah? Memangnya aku salah apa? "batin ku.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai mawar maafin marwan ya
Baca
+Pustaka
Dinodai Adiknya, Dinikahi Kakaknya.

Dinodai Adiknya, Dinikahi Kakaknya.

tegas Marc. "Baik Mas, aku minta maaf." Hanya itulah yang terucap dari mulut Amira. "Amira, kamu harus sadar diri. Marc itu bukanlah suamimu yang sesungguhnya, jadi jangan menginginkan sentuhan darinya. Lagipula pria terhormat sepertinya tidak mungkin menyentuh wanita murahan sepertimu," lanjut Amira bicara dalam hati sambil mengingatkan dirinya sendiri.
1017.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 664 kali sebagai mawar maafin marwan ya
Baca
+Pustaka
Maaf Mas, Aku Mencintai Suami Keduaku

Maaf Mas, Aku Mencintai Suami Keduaku

"Maafkan semua kesalahan Mas, Dik. Mas menyesal, Dik. Andai menyedekahkan seluruh harta yang Mas miliki bisa mengembalikanmu, Mas bersedia memberikannya, Dik. Tolong Tiara, kembalilah pada Mas. Hidup Mas tak berarti tanpa kehadiran kamu, Sayang." Tiara tak kuasa menahan tangis. Ia biarkan bulir-bulir bening mengembun di kedua sudut mata. Tanpa kuasa mengeluarkan sepatah katapun, ia memegang kedua bahu sang mantan untuk kemudian membawa lelaki itu berdiri. "Tiara sudah memaafkan semua kesalahan Mas Wira," ucapnya terpenggal sambil menahan isak.
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 381 kali sebagai mawar maafin marwan ya
Baca
+Pustaka
MAAF MAS, AKU MEMILIH BAPAKKU YANG PIKUN.

MAAF MAS, AKU MEMILIH BAPAKKU YANG PIKUN.

MAAF MAS, AKU MEMILIH BAPAKKU YABG PIKUN#31 Rani dengan berat meninggalkan area pemakaman, saat mereka ingin beranjak pergi dokter Ridwan pun datang. "Nyonya Rani, saya baru tahu kalau pak Hamdar mening ...." ucapannya terjeda saat melihat mata Rani yang sembab dan merah. "Ehm ... Maaf, saya datang di waktu yang tidak tepat," ujar dokter Ridwan.
1016.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai mawar maafin marwan ya
Baca
+Pustaka
Tawanan Tuan Kama

Tawanan Tuan Kama

Seolah siap memotong pergelangan tangan Rafa kalau terlalu lama menggenggam tangan Kila. "Ah maaf," Ucap Rafa sembari menarik tanganya, "Jadi kamu, istri Kama?"
673 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai mawar maafin marwan ya
Baca
+Pustaka
Ketika Nisan Tak Lagi Menyimpan Maaf

Ketika Nisan Tak Lagi Menyimpan Maaf

Pada tahun keenam setelah adik laki-laki dan tunanganku meninggal, aku juga memilih sebuah makam untuk diriku sendiri. Sebelum pergi berziarah ke makam mereka untuk terakhir kalinya, ibu tiba-tiba berkata, "Alex, tahun ini nggak usah pergi. Sebenarnya mereka nggak mati." Aku terpaku. Tepat saat itu, kulihat mereka berdua berjalan keluar dari kamar adikku. Kenzo Ganendra menyunggingkan senyum sambil menggoda orang di sampingnya. "Aku menang taruhan. Sudah kubilang, kakak nggak bakal pernah sadar." "Kelak siapa yang di atas? Hm? Mila?" Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, perempuan yang dulu bahkan akan menangis setiap kali melihatku diperlakukan sedikit tidak adil itu, kini menatapku denga
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai mawar maafin marwan ya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status