Air Mata Suami dan Mertuaku
Siapkan mental kalian, orang-orang tak tau diri!
***
Pagi-pagi sekali Ammar sudah bersiap-siap berangkat ke kantor. Setelan jas abu-abu dengan celana hitam membalut tubuhnya yang proporsional. Ia masih menuruni anak tangga, tetapi aroma parfum yang sangat khas itu, menguar menusuk tajam indra penciuman Marwa yang sedang sarapan di meja makan.
Andai Ammar tak mengkhianati, pasti hari ini Marwa akan memberinya sesuatu yang istimewa untuk menyemangati suaminya itu, agar rapat berjalan dengan lancar. Namun, kini semua terasa hambar baginya.