Jangan Beri Aku Uang Lagi
Prang!
Kaca pecah berkeping-keping, berserakan ke lantai, aku tergugu pilu dan menyaksikan kepingan kaca-kaca itu layaknya hatiku yang tidak akan pernah terobati sakitnya. Rasanya dunia ini sudah berakhir, kebahagiaanku sudah sirna, tidak ada lagi harapan, tidak akan ada lagi tawa atau senyum selain kelam dan gelap yang panjang. Semuanya berakhir sampai di sini.
"Kalau tak hendak kembali padaku, untuk apa aku menunggu?" batinku meronta, sat sisi ingin berusaha sabar dan tegar sementara sisi lain sebaliknya, berapi, murka dan ingin menggila.
Sikat na Kabanata