Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
After We Married

After We Married

Menggunakan tema oriental, Rhea bisa melihat ukira-ukiran rumit di dinding berbahan kayu jati di sepanjang perjalanan mereka menuju meja yang telah dipesan. Meja yang dipesan Hansa adalah meja privat dengan sekat-sekat ruangan yang memisahkan meja satu dengan yang lainnya. Ketika Rhea masuk, dia disambut oleh meja bundar berkursi dua orang dengan dua tangkai bunga mawar merah di tengah-tengah meja, dua gelas wine berisi air mineral, dan sekumpulan lilin putih yang tak beraroma di lantai yang melingkari area kursi.
9.515.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 446 kali sebagai meja rias kecil
Baca
+Pustaka
Merayu Kaisar Tua

Merayu Kaisar Tua

Xiao Zhi menyilangkan tangannya dengan bosan, ia berbalik dan melangkah masuk ke dalam paviliun. Melirik ke arah meja rias dengan kaca di samping tempat tidurnya. Meja rias itu tak seindah yang dimiliki Xiao Ying, justru tampak sangat kuno dan hampir rusak. Namun masih ada beberapa produk untuk menghias wajah di atas meja.
9.613.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai meja rias kecil
Baca
+Pustaka
KETIKA ISTRI LELAH BERTAHAN

KETIKA ISTRI LELAH BERTAHAN

Namun, bukan itu yang membuat Raihan berani datang le tempat ini, melainkan dorongan rasa yang semakin lama semakin tak dapat ia bendung. Tiga orang dewasa itu duduk mengitari meja kecil berbahan kaca yang berada di tengah-tengah sofa murahan yang Raya beli dari gaji pertamanya belum lama ini, setelah kursi sebelumnya harus ia jual karena membutuhkan biaya untuk pengobatan sang ibu. "Raya pamit le dalam," ucap gadis itu santun. Lalu beranjak meninggalkan sang ibu bersama laki-laki yang akhir-akhir ini kerap membuat bibirnya tersenyum indah.
10150.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai meja rias kecil
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Istri Dosen

Mendadak Jadi Istri Dosen

Jika hanya melihat-liat, Pak Abi nggak mungkin memarahiku, kan? Kamar ini sangat cowok kalau kubilang. Atau malah terkesan gelap. Cat dindingnya perpaduan antara abu, putih, dan ada bagian sisi yang full hitam. Semua perabotan juga berkisar di tiga warna itu. Hanya ada lemari pakaian yang cukup besar berada di sudut ruangan. Di sampingnya ada meja rias yang di atasnya hanya ada pomade, sisir, kirim wajah, dan parfum. Kalau hanya untuk empat benda itu kenapa harus memakai meja rias yang sebesar ini? Meja rias ini cocok untuk perempuan. Mungkin dia kelebihan uang sampai membeli barang yang tidak penting. Selain itu, ada meja kerja lengkap dengan kursi. Di sampingnya ada rak buku berjajar. Meli
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai meja rias kecil
Baca
+Pustaka
30 Days Girlfriend

30 Days Girlfriend

Meja di pojok dengan 2 kursi yang berhadapan menjadi tempatnya menunggu seseorang yang akan menawarkan cookies buatannya untuk nantinya menjadi salah satu makanan ringan di tempat itu. "Permisi," sapa seseorang yang terlihat ragu untuk masuk. "Mbak Niar?" Rhea menghampiri, lalu mengajak wanita yang mengenakan celana jeans hitam dan kemeja tartan itu menuju tempatnya duduk semula.
1037.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai meja rias kecil
Baca
+Pustaka
Rahasia Pewaris Culun

Rahasia Pewaris Culun

ucap Kenzie yang baru saja berjalan menggunakan sepatu heels tinggi. "Buka aja sepatunya." "Ish! Malu, lah." "Katanya pegel." "Aku masih kuat kalau hanya sampai meja aja." "Yakin?" "Iya. Memangnya mejanya di mana?" "Di sana." Rion menunjuk meja yang paling pojok. Astagaaaa ... jauh sekaliiii .... Ringkik Kenzie dalam hatinya saat melihat satu meja yang jauh di pojokan sana karena tempatnya memang begitu besar.
1010.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai meja rias kecil
Baca
+Pustaka
DIPTA

DIPTA

Meja-meja tersusun rapi, kursi kayu dengan sandaran lurus, dan aroma kopi yang lebih kuat daripada wangi manis sirup seperti di tempat lain, tidak romantis, tidak intim dan fungsional. Di sudut kanan dekat jendela, ada satu meja persegi dengan dua kursi saling berhadapan. Di meja itu, Rania sudah duduk di sana sejak lima belas menit lalu. Tangannya terlipat di atas meja, punggung tegak, tas diletakkan di kursi sebelahnya seperti biasa ruang yang selalu Dipta tempati. Ia tidak memainkan ponsel, tidak juga menatap pintu terus-menerus seperti orang menunggu janji personal. Tatapannya fokus ke luar kaca, mengikuti lampu lalu lintas yang berubah warna dengan ritme stabil. Ia datang bukan sebagai
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai meja rias kecil
Baca
+Pustaka
Mahar Untuk Risa

Mahar Untuk Risa

Setelah selesai merekam, Randi langsung mengembalikan ponsel Risa. "Udah, kan?" Tanyanya. Risa tersenyum lalu mengangguk. "Oke, kalau gitu sekarang aku boleh minta apa aja, kan?" "Tentu." Risa tersenyum. "Okay, kalau gitu aku mau bakso, nasi goreng, cireng—" "Satu-satu, kita cari dulu yang paling terdekat di sini karena aku sudah sangat lapar." Randi membekap mulut Risa dengan telapak tangannya, jika tidak begitu Risa tidak akan diam.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai meja rias kecil
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil

Gadis Kecil

Menelan saliva melihat makanan diatas meja, menatap Anggi yang menata piring di meja. "Bukannya kamu tadi di cafe sama Zee?" Anggi menggelengkan kepalanya "Aku tadi ke Karawang sebentar, habis itu balik pusat buat nyerahin laporan. Milih pulang karena memang jam kerja selesai, ayah sama Om Rifat yang kasih aku kebebasan mengenai jam kerja. Disini nggak ada yang dikerjakan akhirnya milih masak ini semua, makanan sederhana. Abang suka masakan rumahan, apalagi kalau ada sayuran."
693 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai meja rias kecil
Baca
+Pustaka
Mesin Cuci

Mesin Cuci

Kutata sangat manis dilengkapi rumput sintetis dengan beberapa pot kecil tanaman hias. Untuk ukuran keluarga kecil seperti kami, tentu space berukuran tiga kali tiga meter ini cukup untuk sejenak melepaskan lelah. Kusandingkan teh hangat untuk Mas Riza di atas meja kecil yang juga kuletakkan di sana. Camilan di toples juga kusiapkan untuk anak-anakku.
1028.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai meja rias kecil
Tampilkan Ulasan (14)
Baca
+Pustaka
miss calla
Ceritanya seru.. penasaran dgn watak riza yg bisa2nya hidup bersama malah menikah sama vita, anak yg ibu bapanya meninggal kerna kesalahannya. Mau nebus rasa bersalah tapi menempatkan vita diantara ibu dan adik yg jahat yg gak pernah terima vita.. kasian vita.. semangat thor aku tunggu lanjutan
Bunda Kiantami
ini cerita dialami ibuku juga. sampai aku kecil bercita cita tak punya mertua. akhirnya doaku terkabul suamiku yatim piatu. tapi alhamdulilah saudara2 suamiku baik baik semua. jadi merasa mengingat masa lalu ibuku dan masa kecilku
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status