AMBISI IBU MERTUA
ucapnya sambil berjalan ke sebuah meja yang ada di depan pintu warung yang berfungsi sebagai meja kasir.
“Iya, Bu Fatma.” Bu Nila pemilik warung bergegas ke meja sambil mengelap tangannya dengan celemek yang selalu ia pakai saat berjualan.
Setelah ibu yang yang bernama Fatma Itu meninggalkan warung, dan mereka sudah sangat yakin jika suara mereka tidak akan terdengar olehnya, suasana di warung kembali berisik.
“Bu, Gina, sih. Sudah tahu ada Bu Fatma malah bertanya. Saya, kan jadi terpancing, ucap Bu RT setelah sejak tadi hanya diam.