Pembalasan Sang Dokter Jenius
gumamnya, jawaban andalannya saat dipuji.
Ibu wati tertawa kecil melihat tingkah joko. "Sudah, sudah, jangan ngobrol di luar. Ayo masuk, di luar dingin."
Mereka bertiga masuk ke dalam warung.
Pak budi dan Joko duduk di salah satu bangku panjang, sementara ibu wati langsung menyalakan semua lampu dan mulai sibuk di area dapurnya. Ia mengeluarkan buku catatan kecil dan pensil, mulai memeriksa stok bahan-bahan di lemari dan kulkas, menata barang-barang yang baru ia bawa, dan memilah mana saja kebutuhan yang habis dan harus segera dibeli di pasar.