SANG MENANTU TERBUANG
Semua perlakuan buruk yang ia terima telah mengubah hatinya menjadi sesuatu yang keras dan dingin, sebanding dengan koin logam berukir naga yang kini ia genggam erat di saku kemejanya yang kotor.
Koin itu, ia sadar, aneh. Dingin, berat, dan setiap kali disentuh, ia merasakan gelombang energi asing mengalir dalam dirinya, bersamaan dengan kilatan memori yang semakin jelas: bukan hanya aula gelap, tetapi juga wajah wajah tanpa ekspresi yang membungkuk, dan bisikan dalam bahasa yang tidak ia pahami, namun entah bagaimana ia tahu artinya.
Hot Chapters