Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AKU LELAH, MAS!

AKU LELAH, MAS!

Akhirnya acara lamaran itu pun selesai, dan keluarga mas Aji pulang ke rumahnya. Malamnya, saat akan tidur, mas Aji memwhatsappku. [Assalamu'alaikum Cais] [Waalaikumsalam, apaan mas Cais itu?] balasku. [Cais itu calon istri, hahaha]balasan mas Aji membuatku tersenyum sendiri. [Wah, ada-ada saja. Mas lagi apa sekarang] tanyaku. [Lagi pingin bulan ini segera lewat dan bisa langsung bulan depan] jawabnya .
8.520.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

Badannya gemetar, peluh mulai keluar. ”Me-melisa.” Susah payah ia telan ludah. Gadis yang dipanggil Melisa itu tersenyum sinis. Disaat itu pula, Clara melihat sekelebat bayangan merah di antara tiang beton. Hingga bayangan itu terlihat semakin nyata, membuat gadis yang sama persis dengan Melisa itu mundur beberapa langkah. ”Gi-gimana bisa!”
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Istri Yang Dijual Suami

Istri Yang Dijual Suami

Melisa langsung memegangi lengan kiri pria itu dan membuka kancing kemeja, menggulung lengan kemeja sampai je siku. “Ini apa? Om mau mengelak jika Om adalah Om ku?” Sebuah tato di lengan tak dapat membuat Jimmy mengelak. “Kalau sudah tahu, cepat kenakan sepatumu dan kita harus segera pergi!” Melisa sedikit heran. “Pergi? Pergi ke mana sih? Dari tadi Om—” “Pelaminan!" “Hah?” “Berisik! Cepat pakai sepatumu!”
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
MELEPAS BENALU

MELEPAS BENALU

sambung Laras dengan wajah puas dan senyum kemenangan. ***Ofd. Tesss Hai Mak, coba komen. Mau tau masih banyak yang menunggukah? Kalau banyak, mau tak lanjut? Gimana 😅😅
9.4197.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

Drett Ponsel Defandra bergetar. Defandra yang masih sibuk dengan kameranya belum sempat fokus pada ponsel. Ia terus membidik Dzi dari berbagai posisi. “Kena kamu. Asal kau tahu Bosku sangat mencintaimu. Kapanpun dia menginginkanmu ada di dekatnya, kau sama sekali tidak bisa mengelak yang Mulia Ratu.” Gumam Defandra sambil memandang hasil jepretannya berkali-kali. Ia melirik posisi duduk Dzi dan Firman yang kini sudah kosong seorang pelayan sedang melangkah mendekati meja yang baru dipakai mereka. Tangannya cekatan mengambil peralatan bekas makan dan meletakkannya di nampan. Ia mengambil kain lap. Setelah menyemprotkan cairan ke meja, ia segera membersihkannya.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

“Mas, aku serius, lho.” “Iya, aku juga serius.” jawab Mas Wira santai. Aku melipat kedua tanganku di depan dada sambil cemberut. “Ya, menurut Mas aja! Masa mau pergi main cuma pake kaos oblong putih, celana selutut, pake sandal jepit gini, terus nggak pake makeup sama sekali.” cerocosku.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Mari Selingkuh

Mari Selingkuh

Terasa nikmat meskipun masih berbalut pakaian—kain. Semakin lama, Ranesha merasakan sesuatu asing seakan berkumpul menjadi satu di dalam tubuhnya, sedetik kemudian, tubuh perempuan itu menggelinjang dan desahan panjang lolos dari bibir basahnya. Tangan halus itu meremas-remas kepala Hail. Ranesha sudah mencapai titik klimaksnya. Kini area bawah milik perempuan itu sudah basah dan sangat lembek.
9.924.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 545 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

] - Elisa - [Maaf, nomor yang anda hubungi sibuk di nge-band. Kalau ada perlu, silakan order. Mau manggung dimana aja, ok. Yang penting ada penontonnya. iieee ciieee.] - Evy - Violet tertawa, tapi...bugg! Violet menepuk keras kasurnya sampai dia kaget sendiri. Mungkin kasurnya bertanya, "Apa salahku?"
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Aku Lelah Denganmu, Mas!

Aku Lelah Denganmu, Mas!

Drtt drtt Ponselku berbunyi pertanda ada panggilan masuk dan ternyata dia adalah Mas Rizwan. "Halo Laila sepulang kerja segera pulang, jangan keluyuran," ucap Mas Rizwan di seberang sana "Aku lembur, Mas. Kalau tidak lembur aku bisa dipecat," ucapku ketus dan segera ku putus panggilan darinya. Ceklek Selalu saja jantung berdegub kencang jika pintu dibuka pemiliknya. Lama-lama bikin aku senam jantung di sini.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 619 kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Diamku Menghancurkanmu Mas!

Diamku Menghancurkanmu Mas!

Mas Alif terlihat gelagapan. "Ini bau parfum vanilla, parfum cewek. Kamu main sama cewek ya, Mas?" tanyaku pelan sambil menatapnya tajam. "E--eh, nggak ... Dek. Minuman vanilla Mas tadi tumpah ke baju," jawabnya pelan, wajahnya terlihat pias. Tikus kecil yang pintar berbohong, batinku. "Oh," jawabku tak acuh. Lalu berjalan mendahuluinya.
1051.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai memelas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status