Bulan di Darah Awan
Berterima kasih karena aku fokus memperhatikan responsnya.
“Kalimat yang indah, mungkin bisa aku pertimbangkan untuk tulisanku,” komentarnya tenang. Ya, dia mengelak. Tapi, reaksi kejut itu cukup untuk menyatakan kalau dia tahu kalimat itu.
“Itu dari salah satu novel yang lagi ramai dibaca saat ini,” komentarku. Dia hanya diam untuk beberapa saat. Apakah aku salah bicara?
“Oh,” ucapnya. Hanya dua huruf yang keluar dari mulutnya. Ini orang ngomongnya irit banget ya?
ตอนยอดนิยม