NINE
Matanya menatap lurus ke langit saat berucap, menerawang jauh pada masa depan yang entah akan berbentuk seperti apa.
"Yup, pesona sempurna yang tidak dapat ditemui pada langit-langit kota."
Hening, keduanya seperti berbicara dari hati ke hati, menitipkan patah-patah kata pada desau lirih, berharap sampai di belahan hati. Angin malam berembus, menggoyangkan pohon-pohon sekitar. Siluet-siluet mereka tampak menyeramkan, tapi tak cukup untuk menggertak kebahagiaan.
Hot Chapters