Mantanku Kembali
tanyaku, suara bergetar.
“Kita tidak bisa berpikir seperti itu. Kita harus percaya bahwa semuanya akan berjalan baik. Jika ada yang salah, kita akan menghadapi bersama. Kita tim,” jawabnya dengan tegas.
Aku mengangguk, berusaha meyakinkan diri sendiri. “Iya, kamu benar. Tapi terkadang, rasa takut itu sulit untuk diabaikan.”
“Tidak apa-apa untuk merasa takut. Yang penting adalah bagaimana kita menghadapinya. Aku di sini bersamamu,” katanya, menatapku dengan lembut.
Hot Chapters