Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MATE

MATE

Namun, sayangnya itu hanya bersifat sementara karena setelahnya rasa sakit yang jauh lebih hebat terus menghujam perut bawahku. Tiga puluh menit sudah berlalu, rasa sakit itu secara teratur masih menghujam perutku. Alena tak kunjung datang, dan tak ada seorang pun yang bisa kumintai bantuan.Tendangan yang cukup keras terasa begitu nyata berasal dari dalam perutku. Aku kembali mengerang dan rasa sakitnya semakin tak tertahankan. Kubuka kedua kakiku agak lebar dan mencoba beberapa kali mengejan. Alena memintaku untuk menahannya. Tapi ini sangat menyakitkan ....
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai mend it
Baca
+Pustaka
Mendadak Kembar

Mendadak Kembar

"Tapi kamu harus ingat Mel, kita cuma punya waktu 2 minggu untuk membebaskan gue, karena minggu depan umur gue 23 tahun, dalam catatan notaris, saat usia gue 23 tahun semua harta milik Opa menjadi milik gue, mereka pasti akan melakukan apa saja termasuk membuat gue mendatangani surat hibah warisan pada mereka." "Iya iya nyah saya mengerti, saya harus bergerak cepat, gitu kan nyah?" "Iya, ada yang mau loe tanyain?" "Emh gini nyah saya sebenarnya malu" "Ga usah malu tanyakan saja" "Gini nyah, cara biar ponsel ini nyala ginana ga nyah? Daritadi saya udah puter-puter kok ga nyala-nyala."
104.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai mend it
Baca
+Pustaka
Me

Me

Ucapnya. IED adalah Intermittent Explosive Disorder, IED merupakan sebuah gangguan terhadap seseorang yang tidak mampu dalam mengontrol amarahnya dan memiliki dorongan-dorongan kuat untuk bertindak kasar. Pada satu kasus, amarahnya dapat meledak-ledak padahal pada sebuah masalah kecil.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai mend it
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Aduh, kayaknya sakit gigi-ku kambuh lagi. “Kamu kenapa?” “Sakit gigi, Mas. Huhuhu…” aku memegangi pipiku sebelah kiri. Mas Wira membuka ranselnya. Lalu, mencari sesuatu. Ia menyodorkan obat. “Nih, minum.” “Obat apaan nih?” “Obat sakit gigi lah. Masa obat sakit hati.” Ingin rasanya aku menjitak kepala orang di depanku ini. Untung saja dia lebih tua dariku, jadi aku masih sedikit menghormatinya. “Soalnya aku biasanya minum ponstan atau paracetamol.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai mend it
Baca
+Pustaka
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

Mereka terlihat kebingungan saat menjawab salam dariku. Maafkan anakmu ini Ayah-Bunda, karena sepertinya otakku mulai error sejak perjodohan kemarin. "Hah? Ya, Tuhan! Perjodohan. Iya, aku baru ingat. Aduuuh ... gimana, nih. Ketemu Pak Azka di kantor, apa iya aku bisa bersikap biasa aja? Aduh ... mati aku!" rutukku sendiri setelah mengingat hal besar yang seharusnya tidak boleh dilupakan.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai mend it
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

Berusaha untuk mencari ketenangan hatinya. Brak brak brak! Terdengar suara pintu kamar kos milik Ririn didobrak. Merasa terganggu, Ririn segera membuka kedua kelopak matanya. Dalam kondisi setengah sadar dan suara dobrakan dari seseorang yang berusaha untuk masuk ke kamarnya, seketika membuat Ririn segera bangkit meskipun nyawanya belum terkumpul.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai mend it
Baca
+Pustaka
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

“Di tempat ini aku sering sekali merenung. Memikirkan bagaimana caraku bisa kembali ke kamu. Memikirkan bagaimana cara aku memperbaiki hubungan kita tanpa harus membuatmu terluka.” Hagia terdiam. “Aku tahu ini kedengarannya agak menyedihkan,” lanjut Megantara sambil terkekeh pelan. “Tapi waktu itu aku nggak tahu harus melakukan apa agar bisa memperbaiki semuanya.” Lelaki itu menunduk sebentar sebelum melanjutkan. “Jadi saat aku kangen sama kamu dan nggak tahu harus ngapain, aku akan datang ke sini dan duduk di meja yang biasa kita tempati. Pesan menu yang sama. Terus cuma duduk aja di situ.”
1014.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai mend it
Baca
+Pustaka
MENDADAK JADI DADDY

MENDADAK JADI DADDY

SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYSTEM TEST SYST
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai mend it
Baca
+Pustaka
Mendadak Miskin

Mendadak Miskin

Liam melangkahkan kakinya, mendekati Rafa dan berkata, "Sebelum kau mengobati luka dihatimu, obati dulu luka yang ada di tanganmu." Memang menjadi kebiasaan Rafa, jika dia sedang diselimuti amarah dan kesedihan yang mendalam, dia hanya akan menyakiti diri sendiri. Seperti dulu, yang pernah dilakukan Rafa saat Dewi pergi meninggalkannya. Hampir setiap hari, Rafa membuat kaca di rumahnya retak karena dipukul dengan sengaja. Setelah itu Rafa akan pergi ke klub dan bermain dengan para wanita disana.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai mend it
Baca
+Pustaka
Mencintaimu

Mencintaimu

ucap Lova datar. "Barusan saya jatuh, bokong saya menghantam lantai dengan kecepatan yang mungkin saja mengalahkan kecepatan cahaya yang mencapai 300.000 kilometer per detiknya. Apakah itu akan berdampak buruk pada organ dalam saya? Apakah ginjal saya tidak akan pindah posisi? Apakah lambung saya masih bisa mencerna makanan dengan baik? Jawab Dokter!" cerocos Lova begitu panik. Lain dengan Leo yang melongo, sedangkan Zara menepuk jidatnya. Ah, Lova memang sangat mencintai dirinya sendiri. Entah fisik maupun mental, Lova sangat menjaganya dengan baik. Zara memang sudah terbiasa dengan sikap Lova yang berlebihan, tapi tidak dengan orang lain. Seperti Leo contohnya, yang kini memandang Lova tan
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai mend it
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status