Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MADU HITAM

MADU HITAM

pintu ditendang keras, dan melempar barang. Bams telah merencanakan untuk melangsungkan pernikahan antara Andre dan Ruby, setelah itu Bams meminta agar Andre tinggal di luar negeri untuk menjalankan bisnis keluarganya. Malam ini di sebuah gedung mewah dengan nuansa putih, pernikahan mereka akan dilangsungkan dengan intimate wedding hanya dihadiri keluarga terdekat.
929 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as arti mend
Read
+Library
Mendarat di Pelukan CEO Dingin

Mendarat di Pelukan CEO Dingin

Dia menatap ke arah wanita itu tanpa tahu harus bereaksi seperti apa. Sore itu, Rania agak terkejut saat sang suami pulang dengan membawa serta seorang wanita yang tak pernah dia lihat sebelumnya. Rangga dan wanita itu terlihat begitu akrab. Agak janggal rasanya karena yang Rania tahu, Rangga bukanlah tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain. Bahkan, terhadap istrinya sendiri pun Rangga tak pernah bersikap secair itu. "Halo, Rania. Senang akhirnya bisa bertemu dengan kamu." Wanita bernama Windi itu mengulurkan tangannya. "Saya dan Rangga sudah berteman bahkan sejak kami belum sekolah."
1.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as arti mend
Read
+Library
NAJENDRA

NAJENDRA

Sebelum Abimanyu menyerang dengan tangan buntung, Najendra membakar dan meledakkan bagian lehernya hingga terputus. “Aku bukan seorang pendekar. Kau salah mengira bahwa aku adalah pendekar hanya karena aku memiliki ajian,” gumam Najendra. Seperti biasa, jika sesama pengguna Ajian bertarung maka salah satunya akan mati. Lalu luka hasil dari pertarungan akan sangat sulit disembuhkan. Tidak seperti sebelumnya, di mana Najendra berhasil bangkit karena efek dupa yang kian melemah serta Rahma yang mengalirkan tenaga dalam padanya. Sekarang, dia harus menyembuhkan dirinya sendiri.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as arti mend
Read
+Library
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

“Aku kebetulan akan ke sana. kita bisa pergi bersama.” Pria itu tersenyum puas. “Ngomong-ngomong aku Andrew. Andrew wijaya. Kamu?” “Amara.” Andrew tersenyum lagi. Menurutnya perempuan yang baru dikenalnya itu sangat menarik. Kebanyakan perempuan yang dia temui akan langsung antusias melihatnya. Apalagi saat mengetahui latar belakang namanya. Tapi Amara benar-benar menunjukan sikap yang terlalu tidak biasa. Antara tidak mengetahui atau memang tidak perduli. Andrew benar-benar dibuat tertarik.
376 viewsOngoingAdded to Library 9 Times as arti mend
Read
+Library
Mendadak Kembar

Mendadak Kembar

Adrian pun menghampirinya "Belum selesai Mel?" "Belum, sebentar lagi." "Akan kutunggu." "Terimakasih Adrian, maaf merepotkan." Setelah Melati selesai, Adrian lalu mendekatinya. "Mel, kamu yakin akan pergi ke Australia?" "Tentu Adrian, bukankah kamu tahu jika pendidikanku hanyalah sampai sekolah menengah atas, aku harus mendapatkan lebih banyak ilmu Adrian." "Bagus Mel. Tapi kepergianmu bukan untuk menghindar dariku dan Yasmine kan?"
105.0K viewsOn holdAdded to Library 175 Times as arti mend
Read
+Library
Andromeda

Andromeda

Dia langsung mundur dengan cepat. "Bikin repot lo anj*ng," kataku sambil menendang kaki Andre yang masih tidak sadarkan diri. "Bangs*t, bisa kalian angkat dan bawa pulang gak?" tanyaku pada ketiga anak buah Andre. "Bisa bang," kata anak berbaju kuning. Setahuku namanya Riki. Mereka mencoba membopong Andre, tapi kesulitan dan terjatuh beberapa kali. Lemah banget, baru aja dihajar segitu udah kayak orang sekarat.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as arti mend
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

"Aku mau izin keluar, ingin berbelanja ke supermaket," ucap Mawar setelah kami sudah selesai sarapan pagi. Aku melap mulutku menggunakan tisu yang selalu tersedia dimeja makan. Setelah itu mengeluarkan dompet di balik jasku lalu mengambil Black card dari sekian banyak kartu yang berada disana, memberikannya kepada Mawar. Selama ini memang aku menyuruh sekretarisku yang memenuhi kebutuhan Mawar, selama aku berada di Norwegia.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as arti mend
Read
+Library
Adinda

Adinda

Adinda juga menyadari bahwa apa yang dikatakan, Andara benar adanya. “Ya sudah. Aku mau mandi dulu. Kamu mau aku bawakan apa?” tanya Andara lagi. “Hmmm. Alpokat matang. Kemarin kata, Indri banyak yang matang di belakang rumah kamu,” ujar Adinda tanpa merasa ragu. “Oke! Tunggu aku sebentar lagi akan datang membawa pesanan, Kakak cantikku,” goda, Andara sebelum mengakhiri panggilannya.
1018.2K viewsOngoingAdded to Library 601 Times as arti mend
Show Reviews (41)
Read
+Library
Adiarizki
Terima kasih banyak juga untuk Rea yang sudah berkenan mengirimkan Permatanya, hingga detik ini Autoa sendiri masih belum percaya. REA begitu solid dalam memberikan Autoa semangat untuk selalu maju, dan belajar.
Kejora Bersinar
Terima kasih sudah menghadirkan cerita yang berbeda, Toa.🙏💗💗 Kalau selama ini aku baca kisah CEO/Molioner. Orang kayalah inti nya, talernyata sama Autoa kehidupan sederhana jadi cerita yang menarik dan enak dibaca.❤❤❤🤗
Read All Reviews
Dara Ameera

Dara Ameera

Tanpa ia tahu juga, bahwa mobil mewah itu telah mengikutinya selama beberapa hari ini. "Aku tidak tahu, jika ternyata kau begitu pengecut. Jika kau peduli padanya, kenapa tidak memberikan dia pekerjaan yang layak saja. Kau pikir, ia dan ibunya tidak butuh uang untuk makan dan membayar sewa kontrakan mereka huh?" Orang yang barusan mengoceh itu adalah Andra, dokter tampan yang selama beberapa hari ini menutup rumah sakitnya sementara, hanya untuk menjadi sopir pribadi seorang Danu Alfarez.
107.2K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as arti mend
Read
+Library
MARNI

MARNI

Marni menggeser kursi makan untuk sarapan pagi-pagi sekali. "Mar, ibu kaget. Pak Radhi dhek bengi di temokne ninggal neng nggone acoro mambhengi kae. Wis kat esuk mau ibu wes rono, mengko yo arep rono meneh rewangan, mesakno cah bagus,"
2.0K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as arti mend
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status