Belenggu Cinta
lanjut Selina, dia benar-benar marah.
Namun Angga menanggapinya dengan tenang. Seraya mengambil secangkir teh yang ada di hadapannya, lelaki itu berkata, “Untuk ukuran orang yang lagi cari pinjaman, kamu terlalu pemarah, Selina. Padahal nggak ada, loh, yang menganggap kamu gampangan, aku hanya mencoba memberi tawaran terbaik.”
“Oh, makasih! Tapi kalaupun harus mati, aku nggak akan pernah menjual tubuhku demi uang!”
Hot Chapters