Istri Super Jorok
"Nah, itu salahmu. Seharusnya sebagai suami yang memiliki istri yang hamil tua, kau siaga. Seharusnya, kau melihat sendiri bagaimana susahnya istri saat melahirkan anakmu."
"Ya, mungkin lain kali, untuk anak ke dua, ke tiga dan seterusnya."
Ibu hanya diam saja. Dia tahu, aku menjawab asal menghindari perdebatan.
"Sudah mulai disusui?" tanya Ibu pada Marni.
"Belum. Belum ada airnya." Aku menjawab lagi.
"Kau pikir air susu datang begitu saja tanpa dipancing? Dia harus dilatih untuk menyusu pada ibunya, agar payudara memproduksi ASI. Aku tak mau cucuku menyusu pada sapi."