Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Dewa Tertinggi

Legenda Dewa Tertinggi

Roarrgghh! Di luar bola api yang melahap tubuh pemuda gila, naga api yang terbang ke arahnya meraung dengan keras dan membuka rahangnya dengan lebar lalu melahap bola api tersebut. Naga api itu membawa bola api menjauh dan memuntahkannya bersamaan dengan nafas api yang membara. Dengan nafas api yang dikeluarkan naga api, bola api itu terbang dengan cepat dan menghantam dahan pohon yang besar. Api yang menyebar pun membakar area di sekitarnya.
9.261.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai menggenggam bara api
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Namun gelombang api itu bergerak lebih cepat menyapu tubuh mereka dan saat itu juga menghanguskan tubuh makhluk-makhluk tersebut termasuk ular berkepala manusia dan memiliki puluhan tangan seperti lipan tersebut. Api dari tangan kiri Bara adalah Api yang sudah berada di tingkat Neraka. Kekuatan api tersebut sangat mengerikan sehingga apa pun yang diterjang olehnya akan berubah menjadi abu dalam sekejap. Dan dalam sekejap mata tempat itu dipenuhi api merah membara. Karena kabut itu menyingkir dari api milik Bara, sinar matahari pun berhasil masuk kedalam sana.
1076.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai menggenggam bara api
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Nickie
izin promosi: judul: kehidupan kedua pangeran author: nickie yang suka cerita regresi, misteri, menyelamatkan keluarga dan bumbu romance bisa dicoba baca di sini... saya tunggu sarannya ya untuk perbaikan ke depan
Baca Semua Ulasan
Desahan di Kamar Pembantu

Desahan di Kamar Pembantu

Bara dan Dewa saling menatap dengan api yang sama, api ego, api cemburu, dan api kepemilikan. Udara di antara mereka menegang, seolah satu kata saja bisa berubah menjadi ledakan. “Kalau kamu nggak punya niat apa-apa, kenapa kamu masih duduk manis sama wanita yang katanya mantanmu itu?” Bara melangkah mendekat, tubuhnya sedikit condong ke depan. “Di tempat umum pula. Pegangan tangan. Kamu kira Indira ini perempuan bodoh?”
9.8356.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.3K kali sebagai menggenggam bara api
Baca
+Pustaka
Gelora Hati Yang Terbakar

Gelora Hati Yang Terbakar

ucap Megan manja Arnold menutup map di tangannya perlahan, gerakannya nyaris angkuh, tapi tetap belum menoleh. Nada suaranya turun satu derajat lebih dingin saat dia mengulang, “Aku bilang aku sedang sibuk, Megan! Apa kau tuli?” Suasana seketika menjadi tegang, tapi terlihat jelas Megan masih tak menyerah. Wanita itu merajuk seperti anak kecil yang tidak diberi permen, suaranya dibuat semakin manja agar Arnold mau menerimanya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai menggenggam bara api
Baca
+Pustaka
Terjebak Dendam dan Gairah

Terjebak Dendam dan Gairah

teriak salah satu penjaga di pos pengawas. Dua penjaga yang merokok langsung berlari ke arah gudang, diikuti penjaga yang berpatroli. Mereka panik, mencoba memadamkan api yang kini mulai membesar. “Distraksi berhasil,” bisik Arkana ke alat komunikasinya, suaranya hampir puas. “Tim Basement, kalian punya waktu dua menit.”
1034.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 957 kali sebagai menggenggam bara api
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

“Kau masih ingat ucapanku delapan tahun lalu?” Lin Thong mengangguk kecil. “Tentang, membalas dendam tanpa pertumpahan darah?” “Benar.” Zhuolong tersenyum tipis. “Darah terlalu cepat kering. Aku ingin penderitaan.” sambung Zhuolong. “Apakah kita akan langsung mendekati keluarga Gu?” tanya Lin Thong setelah menelan saliva. “Tidak,” jawab Zhuolong. “Mangsa yang terlalu waspada sehingga sulit untuk dijerat. Aku akan masuk perlahan.”
651 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai menggenggam bara api
Baca
+Pustaka
Belenggu Dendam Suamiku

Belenggu Dendam Suamiku

Mengeluarkan desisan yang menyerukan kalau dia tengah kepanasan. Eiser bahkan meminta bantuan, untuk meredakan rasa panas yang menjalar di sekujur tubuhnya. Kayana pikir, kenapa Eiser bisa sampai seperti itu. Dan Kayana tahu apa yang terjadi, sepertinya Eiser telah dijebak dengan menggunakan obat perangsang.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai menggenggam bara api
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah ABG

Terjebak Gairah ABG

“Clara.. saya bukan ingin menghindari kamu, tapi kamu harus sadari bahwa keinginan kamu itu tak wajar. Om tidak pernah memikirkannya sejauh itu.” Dengan santainya Clara berfalsafah untuk mengingatkanku, seakan aku sudah terlanjur masuk dalam sebuah permainan yang harus diselesaikan. “Kalau takut basah, jangan bermain air om. Kalau takut terbakar, jangan bermain api. Aku sudah terbakar, om!! Cuma om yang bisa menyelamatkan aku!!” Ucapan Clara itu seolah memvonis aku sudah membuatnya terbakar. Dia tidak tahu kalau akupun sudah ikut terbakar, bagaimana mungkin aku bisa menyelesaikannya?
9.2254.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai menggenggam bara api
Baca
+Pustaka
Belenggu Gairah sang Presdir

Belenggu Gairah sang Presdir

“Kami sudah memberikan obat penurun panas dan penenang, tapi respons tubuhnya sangat lambat.” “Lakukan sesuatu! Jangan biarkan ia begini!” Dika membentak, suaranya menggelegar. Ia meraih tangan Aruna, menggenggamnya erat, mencoba menyalurkan kehangatan dan kekuatannya. Namun, yang ia rasakan hanya tubuh Aruna yang panas membara dan bergetar hebat. “Aruna, dengar aku! Kau harus bertahan!”
666 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai menggenggam bara api
Baca
+Pustaka
Dendam Membara Mas Tetangga

Dendam Membara Mas Tetangga

Pos ronda yang terbuat dari atap seng dan kayu jati yang saat ini tampak miring itu masih dipakai tempat bermain oleh para generasi cucu dari para penghuni rumah di blok mereka. Namun lama baru ia menyadari jika pos ronda itu menghadap langsung ke arah rumah Fayla yang juga tidak kalah sibuk. Bumbu dan alat masak datang dari rumah itu menuju rumah keluarga Girish. Bahkan dari kejauhan seperti ini Bahram mampu mengenali Fayla tengah didorong masuk dengan paksa. Sudah jelas tidak diperbolehkan untuk membantu untuk acaranya sendiri.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai menggenggam bara api
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status