TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
“Bukannya aku tidak menerima pendapatmu. Tapi baiknya kamu memperhatikan berbagai sisi. Tak semua keinginan, harapan, atau idealisme kita itu bisa diterima oleh orang banyak. Dan tak seluruh ide kita bisa diterapkan. Kita mesti pelan-pelan menjelaskannya serta menjalani prosesnya. Jangan tiba-tiba memaksakan pendapat.”
Kalimat Gavin mengalir tenang dan bijak, meskipun perasaannya campur aduk. Antara kekaguman terhadap keberanian istrinya, bercampur dengan rasa kesal. Wajar jika ia agak jengkel, karena merasa Prisha kurang menghargai pendapat dan perasaannya. Padahal, ia juga memiliki pandangan sendiri.