Menantu Pengganti
Bima, pelayan katering yang ternyata sekutu itu, sudah menghilang ke dalam kerumunan, kembali menjadi bayangan yang menyajikan canapé dan anggur.
Aruna kembali ke ballroom. Udara di sana terasa berat oleh campuran parfum mahal, alkohol, dan kemunafikan. Cahaya lampu kristal menyilaukan, namun bagi Aruna, dunia kini terbelah menjadi dua.
Mata kanannya melihat kemewahan pesta. Telinga kirinya mendengar kegelapan.
"Tim Alpha, posisi di pintu belakang. Pastikan rute steril pukul 02.45," suara Kiara terdengar jernih di telinga Aruna. Dingin. Profesional.
Hot Chapters