Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Memar Termanis

Memar Termanis

Matanya langsung bertemu dengan dua sosok yang tak asing. “Clara cece…” gumam Serena pelan, suaranya sedikit gemetar. Clara tersenyum lebar, menggamit erat lengan pria di sampingnya. “Aku mampir ke sini bareng Jexon,” katanya santai, matanya berbinar seperti biasa.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as mentari senja
Read
+Library
Ramadhan Senja Di Taplau

Ramadhan Senja Di Taplau

Tiga tahun yang lalu, Ramadhan Sanjaya, merupakan pewaris tunggal distributor kerupuk Sanjay terbesar dan juga terkenal dari kota Padang yang saat ini sudah mulai merambah keberbagai negara. Sang nenek sengaja memberi nama belakang nya dari nama hasil produksi usaha mereka yaitu Sanjay.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as mentari senja
Read
+Library
Memoar Rasa

Memoar Rasa

Aku melihat sesosok dua bidadari sudah turun dari kahyangan, menyambut pangeran yang disebut insan kehidupan. Ah senang dan sedih rasanya. Karena sayangnya, dua bidadari ini ditemani oleh seorang manusia jelmaan setan. Hahaha. Bukan maksudku untuk menyebutnya demikian, namun itu hanyalah lontaran candaan yang sering aku mainkan bersama kawan dekatku ini, kusuma. Tak lama aku pun mempersilahkan mereka semua masuk. "Ahhh, akhirnya ya dip, kita bisa dinner juga, ya walaupun bukan di tempat yang sudah direncanakan, tapi selama ada kamu, itu bukan masalah."
2.1K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as mentari senja
Read
+Library
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

Namun, karena Orangtua Tiara memaksa, terpaksalah dia menerimanya. Nanta membuka satu dus, yang ternyata berisi lauk yang bisa bertahan lama, ada rendang dan sambel kering tempe kesukaannya, yang masing-masing diletakkan dalam toples yang tertutup rapat. Ada juga pepes ikan, yang sudah dipanggang, hingga meski sudah dibawa dari kemarin, tapi masih tetap enak dimakan. Punya lauk sebanyak itu, Nanta jadi teringat Anto, sahabat yang selalu suka memakan makanan yang dibawa Nanta dari desa. Nanta segera mengambil ponsel untuk mengirim pesan pada Anto.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as mentari senja
Read
+Library
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

pinta Mas Rama. “Aduuuhhh sambalnya pedas sekali. Sepertinya kebanyakan terasi juga cabe, nih. Rasanya enggak seenak bikinan Ibu.” Ibu menimpali dengan kalimat yang dikiranya polos tapi padahal sangat menyakitkan.
1011.3K viewsOngoingAdded to Library 293 Times as mentari senja
Read
+Library
Gadis yang Tertawan

Gadis yang Tertawan

umpat tentara Belanda yang terlihat masih muda, ia segera berlari memanggil teman-temannya. Arini dan Tumina berpelukan, mereka sangat terkejut dengan kejadian memilukan ini, belum genap 24 jam mereka berkenalan, Senja sudah meregang nyawa. Arini yang lebih dewasa berjalan mendekat ke mayat Senja. "Ini pakaiannya, Mina, kamu ingat? Ini adalah baju yang Senja kenakan," ucapnya dengan pasti. Tumina dengan keberanian yang dipaksakan, melihat apa yang ditunjukkan oleh Arini.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as mentari senja
Read
+Library
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

Hakya membacakan sebuah mantra untuk jin tersebut sehingga jinitu merasa panas. "Cukup, Hakya! Jangan buat aku kepanasan seperti ini, kamu benar-benar kejam deh, Hakya!" ujar jin itu protes karena mantra yang dibacakan oleh Hakya adalah mantra untuk matahari, sehingga membuat panas pada tubuh jin dan walaupun itu tidak membakarnya, namun itu cukup mengganggunya.
9.888.3K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as mentari senja
Read
+Library
Sebening Senja

Sebening Senja

Senja masih fokus mengenakan sepatu hitamnya. "Nih!" Bu Silvy--Mama Senja--menyodorkan bingkisan kecil yang tersimpan di dalam box mewah. Entah apa yang mamanya persiapkan. "Apa ini, Ma?" Senja menerima kotak mungil itu seraya menimangnya dalam genggaman.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as mentari senja
Read
+Library
Mentari di Balik Awan

Mentari di Balik Awan

Pria itu jadi mengurungkan niatnya dan langsung menuju tangga untuk naik ke lantai dua begitu Seno mengirim foto depan ruangannya lewat pesan singkat. “Jadi mau kutraktir apa siang ini? Katakan saja. Juniormu ini adalah orang kaya,” ucap Awan bercanda pada Seno begitu ia masuk ke dalam ruangan dokter itu. Seno kini sedang melepas jas putih kedokterannya dan menggantungnya di pojok dekat meja kerjanya. “Apa kamu suka makanan Jepang? Sejak pulang ke Indonesia aku belum pernah lagi makan masakan Jepang.”
103.0K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as mentari senja
Read
+Library
Seruni Senja

Seruni Senja

tanya Ira. “Tidak, bukan tidak hanya saja sedikit pedas saja,” jawab Tidan. “Tidan cemen,” kata Ira. Tidan pun tidak terima akan ejekan Ira, ia pun mengambil sambali yang lumayan banyak, tetapi habis itu keringatnya mengucur sangat desar di keningnya. “Dasar kamu Dan, jika tidak suka pedas jangan di paksakan kasih sekali perut kamu,” kata Ira.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as mentari senja
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status