Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Senja di Matamu

Senja di Matamu

Tak lama kemudian, Chaz turun, berganti pakaian, rambutnya masih basah mungkin karena mandi. Dia berhenti di pintu ruang makan dan menoleh ke arah Tania. "Aku tetap akan mentransfer 40 miliar itu kepadamu. Maaf telah melibatkanmu." Dia bersikap sangat sopan. Namun, Tania peka terhadap kedinginan dan cueknya. Hanya saja Tania tidak peduli. Situs web penjualan barang bekas itu kembali menerima banyak pesanan, jadi dia mengemas dan mengirimkan semuanya.
23.0K viewsCompletedAdded to Library 781 Times as mentari senja
Read
+Library
Meniti Ulang di Usia Senja

Meniti Ulang di Usia Senja

Tetanggaku yang sebaya, Kak Linda, membuka pintu dan berkata dengan suara yang penuh semangat. "Dasar kamu, enam puluh tahun itu sudah tua, tapi bukan berarti mati! Hidup dua puluh tahun lagi bukan masalah, tapi siapa yang mau hidup dengan orang seperti kamu? Bertahan satu tahun saja sudah sulit!" "Beraninya berteriak di sini, aku malah merasa malu untukmu."
10.0K viewsCompletedAdded to Library 280 Times as mentari senja
Read
+Library
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

Saat pintu berderit, pria berbadan gempal itu, tidak bisa mengalihkan sedikit pun pandangannya dari Senja. Rey tersenyum puas. Senja memang aset paling berharga yang dia miliki. Aset yang bisa mengalirkan banyak pundi uang untuk dirinya. Senja yang melihat tubuh bongsor tersebut, meneguk salivanya kasar. Bisa remuk tubuhnya tertimpa bobot tubuh yang mungkin ada satu ton itu.. Senja merasakan seperti ada seaeorang yang sedang berbisik mengejek padanya. "Mati kau Senja..."
102.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as mentari senja
Read
+Library
Terjerat Cinta Kakak Ipar

Terjerat Cinta Kakak Ipar

"Eh, sibuk pasti sih, tapi Gian besok ada acara enggak?" "Aku enggal kemana-mana sih, Nja, besok kan minggu," kata Gian. "Ada apa emang?" "Mau titip Tian," kata Senja—membuat Juan mengerutkan kening. "Kenapa Tian dititipin? Kamu mau ke mana?" tanya Juan. "Ziarah ke makam Kak Mentari," ucap Senja. "Udah lama aku enggak jenguk. Kangen."
1032.7K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as mentari senja
Read
+Library
SANG MENANTU HARTAWAN

SANG MENANTU HARTAWAN

Dia takut majikannya yang terkenal galak itu murka karena ia memberikan orang asing masuk ke wilayah pribadinya. "Tuhan, semoga Tuan Andre tidak marah. Jika dia marah, habislah aku dipecatnya." Seutas doa melintas dalam hati Jon. Seragam yang terdapat tulisan Jon tersemat di bagian dada kanannya, seketika basah diguyur keringat yang bercucuran. Akan tetapi, kali ini nasib baik sedang berpihak pada Jon, Andre yang terkenal seenaknya saja dalam mengambil keputusan rupanya kali ini sedang berbaik hati. Dia hanya menepuk bahu Jon, kemudian pergi meninggalkannya. Berjalan memasuki istananya yang besar.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as mentari senja
Read
+Library
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

maki Mentari. “Some mouth you have there, my little devil,” sahut Senja tak kalah sarkas. Dia segera membawa Mentari menuju halaman rumah Jingga. “Lo akan menyesal karena udah bicara nggak sopan sama gue, anak kecil,” lanjut Senja, memutuskan untuk menggunakan bahasa tidak baku juga terhadap Mentari yang sedang mengamuk hebat.
109.4K viewsOngoingAdded to Library 224 Times as mentari senja
Read
+Library
Senandika

Senandika

“Samyang yang kemarin gimana? Pedes?” Shera terkekeh pelan, “Pas yang dimakan berdua sama lo nggak pedes. Besoknya pas dimakan bareng-bareng baru kerasa.” Jevan mengangguk setuju, saat melihat Shera menangis dengan tersedu-tersedu, sensasi pedas yang sebelumnya dapat ia rasakan itu pun hilang entah kemana. “Mungkin karena perasaan lo campur aduk, jadinya nggak kerasa.”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as mentari senja
Read
+Library
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Dingin, berat, dan setiap kali disentuh, ia merasakan gelombang energi asing mengalir dalam dirinya, bersamaan dengan kilatan memori yang semakin jelas: bukan hanya aula gelap, tetapi juga wajah wajah tanpa ekspresi yang membungkuk, dan bisikan dalam bahasa yang tidak ia pahami, namun entah bagaimana ia tahu artinya. Saat Arya sedang memindahkan beberapa kotak berisi suku cadang impor, sebuah bayangan besar menjulang di belakangnya. “Hei, Menantu Sampah! Kerja itu pakai tenaga, bukan pakai melamun!” Itu adalah Reno, kepala mandor gudang. Pria bertubuh gempal dengan kumis tebal dan wajah berminyak itu adalah kaki tangan Kinanti dan Laras di tempat ini. Ia sangat menikmati kekuasannya untuk me
10723 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as mentari senja
Read
+Library
MENANTU MUSUHKU

MENANTU MUSUHKU

“Kalau aku ikut, mereka akan tahu jalur itu masih bisa digunakan. Aku tetap di sini untuk mengulur waktu.” Arga menatapnya lama. “Mereka akan menangkapmu.” Sena tersenyum tipis. “Kalau mereka bisa.” Delia menatapnya serius. “Terima kasih.” “Berterima kasihlah nanti kalau kau berhasil menjatuhkan Chairman,” kata Sena sambil membuka panel besi. “Sekarang turun. Waktu kalian tinggal detik.” Arga turun lebih dulu, kemudian membantu Delia masuk ke lorong sempit itu. Bau logam dan debu memenuhi udara.
578 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as mentari senja
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status