Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ry & Ruu

Ry & Ruu

Ia tersenyum manis pada pria itu. Sang koki membungkuk sembilan puluh derajat. "Selamat menikmati!" balasnya. Senyum menghiasi pipinya yang berlemak. Ruu mengangguk sebelum memfokuskan perhatian pada ramennya di dalam mangkuknya. Ada beberapa toping di atasnya seperti telur rebus, potongan daging, sayuran, dan jangan lupakan naruto. Ruu meraih sumpit, dan mulai mengaduk mie sebagai usaha pendinginan sebelum memasukkan mie seujung sumpit ke dalam mulutnya.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
RATU YANG DINGIN

RATU YANG DINGIN

Malam ini, memang terasa sangat begitu melelahkan bagi Ajeng tapi dia senang karena bisa membantu orang lain disaat seperti ini. --------------------------------------------------------------- Halo semuanya, tetap dukung aku terus yah untuk kedepannya 🙂🙏 Note: -Tandu: Sejenis kereta kuda, seperti delman. -Tabib: Panggilan untuk seorang dokter. -Gubuk: Rumah terbuat dari kayu -Dekrit : Tanda pengenal untuk bangsawan ataupun bawahan bangsawan.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Kehancuran Usai Suami Berkhianat

Kehancuran Usai Suami Berkhianat

Masih suka ikan, itu salah satu menu yang dipesan Papi pada sebuah delivery, mobil box bertulis Nutrifood Cathering tadi yang ngantar makanan-makanan sehat ini. Selain sayur rata-rata makanannya dikukus dan tim. Ah, Mama dan Papi memang pasangan panutan. * Waktu berlalu cepat, aku dan Jerry sudah kembali ke Kalimantan dan memulai merancang masa depan. “Yang, itu barangnya sudah dicek? Tinggal diantar kan?” “Iya, sudah siap berangkat, kok. Dah, pergi dulu. Muach!” Diciumnya aku dan Arga cepat. “Assalamuallaikum.”
1059.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Nur Cahaya Cinta (Bahasa Indonesia)

Nur Cahaya Cinta (Bahasa Indonesia)

Kadang ia tersenyum bangga melihat pose Nur. Saat break makan siang, Wahyu mengajak Nur untuk makan siang di luar. Mereka menuju salah satu rumah makan yang menyediakan masakan khas Banjar. Rumah makan milik seorang Chef asal Banua, yang menjadi runner up di ajang pencarian bakat Chef di salah satu stasiun tv terkemuka di Jakarta (hayoo orang Banjar, tebak Chef siapa?). Saat mereka makan, Wahyu melihat ada yang berbeda dari Nur. Nur tidak makan selahap biasanya, ia hanya makan sedikit, padahal menu yang terhidang adalah favoritnya.
9.825.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 662 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Surga Semalam

Surga Semalam

Tangannya direntangkan ke arah luar. Celine tersenyum dan bertanya, "siapa nama kamu?" "Namaku Ratna, kak. Oh, ya, untuk sarapan pagi, apakah kakak ingin disediakan roti keju, srikaya atau roti coklat." "Srikaya aja, sama keju, kalau boleh." "Boleh kok, kak. nanti kalau kakak sudah selesai menghirup udara pagi, kakak bisa langsung menuju ke ruang makan atau nanti aku panggilkan."
1051.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

tanyanya dengan ramah. "Ya, Kak, saya pesan steak, pasta carbonara, dan sup krim jagung," kata Nur dengan semangat. Pelayan tersebut segera mencatatnya. Nur asal pesan saja, sebab di gambar makanan itu terlihat enak. Lia pun hanya memesan nasi goreng seafood yang harganya lebih murah dari pada yang lainnya serta minuman ale-ale. "Maaf, Bu, di sini tidak ada minuman itu," balas sang pelayan.
9.437.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Pada Chef Duda

Jatuh Cinta Pada Chef Duda

balas Arjuna, yang kemudian berjalan mneninggalkan meja. Renata sudah selesai menyantap makan malamnya, dan sedang menikmati makanan penutupnya yang mewah lezatnya – tiramisu cake. Baru setelah itu dia sadar, kalau Arjuna pergi terlalu lama. Sepuluh menit dan belum ada tanda-tanda Arjuna kembali. Memangnya toilet sepenuh itu? Atau pria itu sakit perut?
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sia-siakan, Dilamar CEO Tampan

Istri yang Kau Sia-siakan, Dilamar CEO Tampan

Mutiara membawa dua porsi nasi goreng itu ke meja makan, mereka sudah duduk di sana. "Eeem, enak sih, cuma kayak ada yang kurang," ujar Mutia setelah menyendok nasi ke mulut dan mengunyah pelan agar bisa mendeteksi rasanya. "Iya, Enak kok," sahut Renita yang juga ikut mencicipi. "Cuma rasanya kuat banget MSG nya. Jadi cita rasa yang lain tenggelam, setelah makan yang tenggorokannya sensitif akan merasa sakit, jadi produk ini masih kurang layak dan kurang sehat."
1045.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 902 kali sebagai menuruti
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Nainamira
Hallo kakak-kakak pembaca Selamat datang di karya baru nainamira. Naina ucapkan terima kasih untuk mampir ke sini, jangan lupa tinggalkan jejak ya kak, beli ulasan dan vote untuk karya ini, biar Nai lebih semangat untuk update dan menyelesaikan ceritanya.
maya sari
menunggu Diaz datang n menjemput mutiara, pdhal aku kasian sama si tom tom krna tom tom sebenar nya cinta sama Mutia tp krna ego, n gengsi terlalu tinggi menghancurkan si tom tom itu sendiri ... si tom2 menjerumuskan diri dlm pelukan Siska huh gak level banget si tom tom ne yah huh
Baca Semua Ulasan
Mandiri Setelah Bercerai

Mandiri Setelah Bercerai

lalu pria muda itu pergi meninggalkan bibir pantai Rania dan Fatma telah selesai memasak menu restoran, dan bertepatnya dengan datangnya Andre , pria tampan dengan sorot mata tajam itu mengurai senyum, sambil melangkah kearah salah satu meja resto yang telah penuh dengan berbagai menu japanise food dan korean food. Disusul dua orang dari team manajemen. Mereka bertiga duduk di kursi dan mulai mencicipi satu persatu menu.
1070.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Tak ada niat sedikit pun dalam benaknya untuk menikmati kesucian Santi sebelum akad nikah dikumandangkan. “Ogah, ah!” Wildan perhatikan wajah Santi dari spion. “Ya udah, terserah Neng aja. Terus Neng mau makan di mana?” “Terserah!” ketus Santi. “Kok terserah? Neng lagi pengen makan apa? Mie ayam, bakso, atau batagor?” “Terserah!” ulang Santi. Wildan memutar grip gas. Santi mengaitkan kedua tangannya di perut Wildan karena terkejut akan perubahan kecepatan yang mendadak.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status