Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Apalagi Bu Evi yang sampai hati men'share menu nasi kotak'ku di group. "Ya sudah, cepet ambil nasi kotak kamu. Bawa pulang sana!" lanjut Bu Yati. Aku pun segera mengambil sepuluh nasi kotak yang tutupnya terbuka dan disendirikan di pojok. "Mbak Suci, tidak usah diambil lagi. Tidak apa-apa. Lagipula tidak ada menu tertentu kok. Sudah mau bikin saja Alhamdulillah," terang Bu Kadus.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

usulku, karena cacing-cacing diperut ini sudah meronta-ronta. “Iya, tante juga sudah lapar, ayo, Dika,” kami menuju stand makanan yang letaknya persis berhadapan dengan stand patiseri, hanya ada dua kupon, jadi otomatis si ‘anak setan’ itu tidak bisa makan. Penjaga stand makanan adala ibu Risa, guru kewirausahaan yang memiliki suara sangat lembut dan sangat ramah, tanpa perlu banyak waktu, dia sudah ngobrol seru dengan tante Anna.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Masakan Mertua

Masakan Mertua

"Ya begitulah istrimu, Lukas. Boros, sukanya jajan makanan cepat saji," tukas Mbak Rita ketus, padahal sekalipun aku tidak pernah memesan apapun meski semua lauk selalu hilang di siang hari, bahkan ketika Huda merengek. "Benar begitu, Dek?" tanya Mas Lukas yang terlihat mulai teracuni oleh perkataan Mbak Rita.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN IBU

MENANTU PILIHAN IBU

Aku pun ikut beralih menggunakan kata ganti seperti yang dilakukannya. “Kagak! Ribet amat sih lo tinggal duduk aja.” Lagi-lagi Zaki menjawab dengan ketus dan kesal. “Oke, terima kasih kalau gitu,” ucapku tersenyum. “Kak Zaki aku pesanin soto ayam aja ya, sama minumanannya jus jeruk.” Rumi memastikan kembali pesanan Zaki. “Hmmm... Bang Kemal mau pesan apa?” tanyanya pelan.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
PENYESALAN MANTAN SUAMI

PENYESALAN MANTAN SUAMI

Setelah Kirani dan Gani berlalu, Danu tanpa sadar menyentuh punggung Nurma dan menuntun untuk duduk di tempat Kirani dan Gani tadi duduk. “Kita duduk disini saja, Nur!” “Iya, Pak.” Nurma menurut lalu duduk di kursi kayu coklat tempat Kirani tadi duduk. “Mau makan apa?” tanya Danu sambil mengedarkan pandangan membaca satu-satu menu yang di jual pada warung-warung tenda di sekitar situ. “Sate aja, Pak sama es jeruk kaya mbak Kirani tadi.”
8.7121.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Takdir Yang Membawamu

Takdir Yang Membawamu

"Ya deh, boleh. Aku juga nggak terlalu ngerti bahasa menunya. Jadi aku ngikut Mas aja. Arjuna kemudian memesan tiga buah minuman dan satu buah es krim kopi untuk Nara. Serta memesan satu buah croissant untuk mereka masing-masing. "Loh lha ini, ndak bahaya, tah? Belum apa-apa juga istrinya sudah dikasih pelatihan dan teknik makan es krim kayak gini, Mas. Ini pasti untuk latihan simulasi makan es krim yang sebenarnya, ya? Prikitiuuu ..." goda Reni kepada sepasang suami istri yang masih belum buka segel tersebut.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Benalu Rumah Tangga

Benalu Rumah Tangga

ucap Kyana. "Ayo Zya, kita makan!" ucap Tama. Tama dan Zya pergi ke ruang makan, mereka melihat hanya ada nasi putih beserta beberapa potong tahu ditambah sayuran dan tiga kerupuk. "Waduhh..ini lagi..ini lagi..!" "Mbak, apa enggak ada makanan lain yang lebih dari ini?" Bosan deh, setiap hari harus berhadapan dengan tahu tempe saja.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
D E K A P

D E K A P

Kamu mau nitip makan ga? Rara : Nitip deh, aku bosen makanan kantin. Reno : Nitip apa Ra? Rara : Sate sama lontong deh. Reno : Oke siap laksanakan. Sampai ketemu nanti Ra. Rara : Makasih Reno.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Fake

Fake

“Anjir, sial mulu. Kenapa gue tahu sesuatu yang harusnya gue nggak tahu sih. Ya tuhan, dosa apa hamba.” “Oi Ra, siapin cheeseburger XL, cola sama king pie masing-masing dua. Tuh ada pelanggan di depan, lo anterin sendiri yah.” Selesai mengatakan itu, Nuri melenggang pergi tak perduli Laura yang memanggil-manggil namanya karena keberatan. Mau tidak mau Laura menuruti permintaan seniornya. “Huft, lo selalu seenak jidat burung Nuri sialan. Sabar Laura lo nggak boleh marah selama pake nama Naura lo harus jadi gadis baik,” umpat Laura dengan suara pelan.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
The Last Hug

The Last Hug

Beberapa jenis makanan sudah tersaji dengan rapi di tengan-tengah meja bundar tempat mereka menikmati makanan. Gorengan yang di sajikan di atas piring, begitu menggoda Nuri. Ludah yang berada di mulutnya di telan dengan refleks sehingga saliva Nuri terlihat sedikit turun ke bawah. Pandangan Nuri begitu lekat pada gorengan tersebut, hingga tangan kanannya bergerak untuk mengambilnya. “Sudah minum belum kamu?” tanya sang bunda yang membuat Nuri menarik tangannya kembali dan mengalihkan pandangan pada sang bunda.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status