Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kuranji

Kuranji

Setelah ketiganya tak lagi terlihat, cepat-cepat Kuranji dan Puti Tan meninggalkan tempat itu. Kriuuut! Refleks Puti Tan meraba perutnya. Setelah menikmati teh secang dan sepotong ubi rebus di rumah tetua kampung sebelumnya, tidak ada makanan ataupun minuman yang masuk ke perut Puti Tan. “Sepertinya di depan sana ada kedai kopi,” kata Kuranji, melihat cahaya lampu petromaks di kejauhan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

Aku lalu mencoba untuk memeriksa hp Mas Seno untuk mencari nomor Dewi. Namun setelah membuka hp Mas Seno dan mencari nama Dewi tak ku temukan. Banyak kontak yang namanya makanan. Seperti. Rendang, Kangkung, empal, dan masih banyak yang lain. Entah apa maksud Mas Seno menyimpan nama kontak dengan nama menu makanan.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Evan pov: Selesai mandi aku memakan nasi uduk yang sudah dibelikan oleh temanku tadi, sedang asyik-asyiknya makan seseorang datang dan itu membuatku terganggu. Ceklek__seseorang membuka pintu. " Hai sayang. Aku bawa makanan nih buat kamu " Kaila memberikan bubur ayam, tapi setelah melihat Evan yang sedang makan, dia merasa tersinggung karna Evan sudah makan lebih dulu sebelum ia membawakan untuknya.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Siluet Cinta Olive

Siluet Cinta Olive

Bikin Refan mau lagi dan lagi. “Sweety, Mas jadi kangen kamu terus,’’kata Refan lirih saat menikmati pilinan buah ranum Rita. Menu itu di hidangkan dengan membubuhkan topping gel lubricant yang lembutnya bak mayonaise Thousand Island. Suguhan telur kocok siang itu makin hot di usia kehamilan Rita yang kian bertambah, buahnya kian besar, ranum dan segar.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Berbagi Pilar

Berbagi Pilar

batinnya ____________________________________________________________________________ Waktu sudah menunjukan pukul tujuh lewat tiga puluh menit. Ninet dan Sila baru saja selesai menyantap makan malam. Mie ayam dekat rumah Sila yang selalu menjadi favorit mereka berdua. Menurut Ninet, mie ayam di sana adalah makanan terenak nomor dua setelah masakan Sila, karena baginya apapun yang Sila masak adalah makanan terenak nomor satu di dunia.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

"Nyonya, silahkan." Kei menyerahkan map coklat itu pada Riri. Wanita itu terlihat meragu. Apa lagi ini? Mengapa kehidupannya kini banyak kejutan? Untung saja jantungnya ciptaan Tuhan. Jika ciptaan manusia, pasti sudah copot karena kaget berkali-kali. Dengan tangan yang gemetar, Riri menerima map coklat itu. Kemudian dengan perlahan, Riri membukanya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN (TAMAT)

MENANTU PILIHAN (TAMAT)

"Makan ngga boleh telat, Sayang." "Iya, Mas. Aku juga baru siap makan, lho." "Itu kan cuma makan roti sama buah-buahan. Masih banyak yang harus dikonsumsi, Sayang. Ada sayuran, susu, dan lain-lain. Minta saja sama Mbak Ayu. Awas, ya, kalau ngga mau! ? Mas sudah pasang CCTV di seluruh sudut ruangan." "Iya iya. Kalau aku gendut jangan lari, ya."
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 535 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Impossible Love

Impossible Love

"Terima kasih karna sudah mau menungguku, Ethan, Sunny" ____ "Ra? Gak mau makan? Aku udah nambah 2 piring nih, masa gak mau isi perut dulu sebelum pulang?" Tanya Rianti seraya memasukan sesendok nasi goreng ke mulutnya. "Rara gak lapar, Riri makan aja gak usah pedulikan Rara" "Gimana gak usah pedulikan, kamu belum makan Ra setidaknya pesan roti atau minuman"
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

"Kita berhenti saja di restoran depan itu. Tiba-tiba aku ingin makan rawon. Rasanya mulutku pahit kalau tidak kena kuah hitam yang kental dan hangat." Menur melirik sinis, bibirnya yang merah memulas senyum mengejek. "Rawon siang bolong begini, Mbakyu? Bukankah itu terlalu berat? Biasanya Mbakyu hanya mau makan selat solo atau makanan yang ringan-ringan saja agar pinggang tetap ramping." Lastri tidak membalas dengan kata-kata kasar. Sebaliknya, ia melakukan gerakan yang membuat jantung Baskara nyaris berhenti berdetak dan membuat Menur mematung.
1044.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai menuruti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status