MENANTU TANPA RESTU
Nadin berjalan ke dapur kontrakan nya, sebuah ruangan kecil dengan kompor minyak tua yang sudah berkarat.
Di meja kayu reyot, hanya ada beras seperempat kilo, sepotong tempe, dan dua butir telur. Nadin menatapnya lama, lalu tersenyum miris. Cukup untuk hari ini, tapi entah besok.
Nasin menanak nasi, menggoreng tempe tipis-tipis supaya terlihat lebih banyak, dan membuat telur dadar yang dibagi dua.
Saat ia menata piring di lantai ruang tengah, Rama keluar dengan rambut acak-acakan. "Hmm, baunya enak banget. Padahal aku tahu, menunya pasti sederhana lagi."
Hot Chapters