Mendadak Kembar
"Iya Pak, Bu."
Mendengar kata Tuhan yang terlontar dari mulut Bapaknya, Melati pun menangis. 'Tuhan, dulu aku pernah berjanji padamu untuk bertaubat, namun aku mengingkarinya, dan tenggelam kembali dalam selubung maksiat. Maafkan aku Tuhan.' kata Melati sambil menangis.
Kruyuk.. kruyuk..
Tiba-tiba, Melati merasa lapar. "Ups, aku lupa, kini aku berbadan dua. Maaf sayang, Mama cari makan dulu ya."
Hot Chapters