Aku istrimu, Mas!
“Putriku Susan, dia punya impian. Dia ingin pernikahan mewah dan banyak tamu berdatangan yang sangat kagum dengan pernikahannya, memberikannya banyak sanjungan. Ah, aku mengerti! Kamu iri dengan pernikahan Susan.”
Ibu mertuanya itu menunjuk dengan jari telunjuknya, kasar ke arah Arum. “Menantu tidak berguna! Kau hanya tau menghancurkan impian orang lain, karena dirimu tidak pernah mendapat yang orang lain miliki. Kau harus banyak-banyak berdoa, agar tuhan tidak mengazabmu karena perasaan iri yang kau punya itu.”
“Astaghfirullah, Bu aku tidak begitu,” Arum membuka suara setelah lama bersabar disana.
Bab Populer