Nikahi Saja Sahabatmu, Mas!
“Farah, aku rasa kamu harus tenang. Kami hanya berbicara.”
“Berbicara?” Aku tertawa sinis. “Berbicara sambil bersandar seperti itu? Apa kamu pikir aku bodoh?”
“Farah, sudah cukup!” bentak Mas Rafli, membuatku terdiam. “Kamu terlalu cemburu! Aku hanya membantu Karina. Kalau kamu tidak bisa mengerti, itu masalahmu, bukan masalahku.”
Air mata mengalir semakin deras. Aku menatapnya dengan rasa kecewa yang begitu dalam. “Mas, aku sudah bilang, nikahi saja sahabatmu itu. Karena aku tidak akan bertahan lagi.”