Sebatas Mimpi
"Belum, kamu juga belum kan? Mau makan dulu?"
Dena menggeleng, "setelah jenguk Bian ya, Mama disini?"
"Iya, Mama ada kok. Dia udah nggak sabar ketemu sama.. Aduh!"
Dena mencubit lengan Miko, sebelum laki-laki itu menyelesaikan kalimatnya.
"Seminggu kamu disini kayaknya badan aku memar-memar nih," Miko mengusap lengannya kesakitan.
Mereka memasuki kamar Bian, seorang wanita cantik dengan penampilan anggun duduk di samping tempat tidur. Ia tersenyum ke arah Dena.