Pesugihan Genderuwo
Mimpi yang terasa terlalu nyata.
Dalam mimpi itu, ia berdiri di tengah desa, memegang kapak besar, dan memenggal kepala Bagus berulang kali.
Taufik memandang kedua tangannya — gemetar, basah. Basah oleh darah. Darah nyata. Taufik memekik, bangkit tergagap. Bagus, yang tidur tak jauh darinya, juga terbangun — wajahnya pucat pasi.