OBSESI BARA
“Namun, saat den Bara beranjak 12 tahun dia mengatakan bahwa ia sangat merindukan saudara kembarnya. Kami tidak bisa berbuat apa-apa akan hal itu, namun den Bara bersi kukuh ingin melihat keadaan Barez karena katanya ... saudaranya itu sudah sembuh dari penyakitnya."
Mbok kembali bersuara.
“Tidak ada pilihan untuk Mbok menolaknya Non. Sampai akhirnya Mbok dan Bapak pergi ke jakarta untuk bertemu dengan saudara kembarnya. Saat itu Den Bara amat bahagia melihat saudaranya. Hanya saja dia menatap saudaranya dari jauh,tidak berani bertatap muka dengan jarak dekat, takut mengganggu, katanya. Apalagi bertatap dengan Ayahnya. Tapi nyatanya ... takdir berkata lain Non."