Pernikahan Kedua
Aku terpaksa berbohong.
"Dia bukan kerja, Mbak. Dia itu pacarnya manager," jawab satunya. Temannya langsung menyenggol lengannya seolah protes.
Ops! Seketika dia menutup mulutnya, baru sadar dia sudah keceplosan.
"Apa sebebas itu bawa pacar kesini?" tanyaku lebih dalam. Ini penting untukku, untuk menjatuhkannya suatu saat nanti.
"Ya bisalah, Mbak. Namanya juga pak managerkan adik pak dirut," jawab mereka seperti tak suka dengan Mita.