Pelukan Terlarang
Atau sebuah perangkap yang lebih dalam?
Malam itu, Hana nyaris tak bisa tidur. Pikirannya dipenuhi dengan skenario-skenario buruk yang mungkin terjadi. Ia mencoba menenangkan diri dengan membaca, menonton film, bahkan berendam air hangat, namun semua sia-sia. Bayangan Arga terus menghantuinya. Kata-katanya, tatapannya, ancaman terselubung di balik senyum… semua itu membuat dadanya sesak.
Ponselnya kembali bergetar. Kali ini, nomor yang tidak dikenalnya. Dengan ragu, Hana membuka pesan itu. Koper sudah siap? Jangan coba-coba kabur.
Hot Chapters