Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ANNOYING NEIGHBOR

ANNOYING NEIGHBOR

makiku spontan dengan napas memburu. ​Tanpa perlu menoleh pun, aku sudah tahu ini ulah siapa. Siapa lagi kalau bukan bajingan egois itu? ​Benar saja. Tanpa dosa, Nicholas menghampiriku. Alih-alih minta maaf karena hampir membuatku masuk rumah sakit, dia malah memamerkan senyum songongnya yang khas. ​"Thank you!" ucap Nicholas santai. Tangannya bergerak secepat kilat, merebut botol mineral dari genggamanku tanpa permisi, lalu langsung meneggaknya rakus.
300 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as minor inconvenience
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneelprend
tanyaku tiba-tiba mellow. Mas Wira menoleh dan menatapku. “Mungkin.” Aku menghela napas kecewa. “Sudah kuduga.” “Kamu ini kenapa kok kayak insecure banget sih?” Aku menunduk sedih. “Aku tuh sedih banget sering dikatain ‘Fita itu cantik tapi nggak sexy’, ‘Fita itu hampir sempurna tapi dadanya rata’, ‘Fita itu kayak bocah banget’.”
104.0K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as minor inconvenience
Read
+Library
Broken

Broken

ujar Reina berterima kasih setelah keduanya turun dari sepeda motor. “Ya ampun nak... kamu ke mana aja kenapa baru pulang jam segini? Ini udah jam tujuh,” ujar seorang wanita berambut sedagu dengan memakai daster batik berwarna coklat. “Ma... maaf bun,” ujar Reina meminta maaf pada wanita itu. “Maaf bu, tadi kelamaan gara-gara masih isi bensin,” ujar Andre turut meminta maaf.
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 556 Times as minor inconvenience
Read
+Library
Kebahagiaan Kecilku

Kebahagiaan Kecilku

Namun, setiap kali ia berhasil melewati satu hari tanpa tergelincir, ada bagian kecil di hatinya yang terasa kalah. Di kantor, ia adalah asisten yang cakap. Di luar kantor, ia adalah perempuan yang bingung dengan detak jantungnya sendiri. *** Beberapa hari kemudian, sebuah kesalahan kecil terjadi. Bukan kesalahan fatal—hanya jadwal yang saling bertabrakan karena perubahan mendadak dari klien luar negeri. Biasanya, Nayara akan segera menyesuaikan dan mengabari Kendrick sebelum masalah membesar. Kali ini, ia ragu sepersekian detik terlalu lama.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as minor inconvenience
Read
+Library
Misunderstanding

Misunderstanding

Dia sudah menduga, pasti sedang ada masalah antara mereka, tetapi tidak mempertanyakan hal tersebut jika Ara sendiri memilih untuk tidak bercerita. Setelah memasuki ruang UKS, Ara menghampiri tempat tidur yang terdapat di sudut ruangan. Dia lebih dulu menutup kain pembatas yang sengaja digunakan sebagai sekat antara tempat tidur yang satu dengan yang lain. Gadis itu pun merebah miring, menahan sakit kepala yang masih dirasa. “Ara ... aku ... aku minta maaf. Enggak seharusnya aku semarah itu sama kamu sampai lakuin itu. Aku—“
103.2K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as minor inconvenience
Read
+Library
Menantu Termiskin

Menantu Termiskin

tanya Alif dengan khawatir. Alif berjongkok untuk melihat kondisi kaki Arnita. Ternyata Arnita tidak sengaja menginjak pecahan kaca. Untung saja pecahan kaca itu tidak sampai masuk ke dalam kulit kaki Arnita. Tapi telapak kaki Arnita sedikit tergores akibat pecahan kaca tersebut. "Kamu masih bisa jalan Nit?" "Bisa Lif." Arnita memaksa kakinya untuk berjalan.
106.3K viewsOngoingAdded to Library 213 Times as minor inconvenience
Read
+Library
Complicated

Complicated

Hanya saja mereka masih menunggu satu teman mereka yang belum muncul setelah sebelumnya pamit izin pergi ke toilet. "Agatha mana sih lama amat?" keluh Tara yang merasa Agatha terlalu lama bila hanya pergi ke kamar mandi. "Iyaa bener Tar," balas Iren menyetujui keluhan Tara. "Udahlah! Mungkin lagi Buang air besar," timpal Keyna yang tak begitu suka jika teman-temannya itu terlalu perhatian pada Agatha. "Biar gue susul--." ucapan Chandra terhenti ketika melihat Agatha yang sedang berjalan menghampiri meja mereka.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as minor inconvenience
Read
+Library
Complicated

Complicated

"Aku berharap, cepat selesai dan nggak ada lagi masalah, Bu." Avera hanya mendengarkan. "Tapi, kenapa selalu ada aja gitu ya?" Avina bingung, tidak berulah seketika bermasalah sampai diuntit. "Entahlah, tapi aneh bila terus berjalan biasa. Pasti suka dianggap monoton. Giliran ada, pasti memusingkan dan melelahkan, terakhir rumit." ****
106.7K viewsCompletedAdded to Library 154 Times as minor inconvenience
Read
+Library
TimeLess

TimeLess

Haffa bisa sedikit bernafas lega. dalam 1 minggu Keiko mendapatkan 4 kali suntikan. selama ini tidak ada reaksi signifikan dalam tubuh Keiko. di hari ketujuh, saat hari libur, Keiko tiba tiba merasa tidak mengingat apapun kejadian yang baru saja dia alami. Jeniver mencacat semua yang di alami Keiko saat itu, bahkan Keiko tidak mengingat Jeniver. mendapat kabar dari Jeniver, Haffa langsung datang ke asrama dan melihat kondisi Keiko. Keiko sudah berbaring tertidur saat Haffa datan. Haffa dan Jeniver mencatat semua yang Keiko alami hari ini dengan details untuk melihat variabel yang salah.
9.95.1K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as minor inconvenience
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

Tidak ada yang mau peduli karena semua orang di tempat ini sedang kehilangan separuh kesadaran. “Siapa suruh kau menantangku!” Jess menyimpan kembali pistol mini berwarna transparan itu ke dalam bokongnya. Dia tidak perlu khawatir, senjata mini itu tak memiliki suara karena di dalamnya bukan timah panas, melainkan jarum racun yang mematikan.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 355 Times as minor inconvenience
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status