Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Remorse

Remorse

Pratama Kalo suka bilang aja jangan cuma love foto doang Nadya terdiam membaca pesan terbaru. Setelahnya ia buru-buru mengklik akun tersebut untuk melihat postingan yang tadi ia tatap berulang-ulang. “Aaa gila!” Matanya membola seketika. Ternyata benar, tanpa sadar tangannya menyentuh tombol suka dipojok kiri bawah. “Ketauan deh kalo aku lagi kepoin,” gumamnya dengan tangan yang mengembalikan fitur minigram kelayar utama.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai minor inconvenience
Baca
+Pustaka
Complicated

Complicated

Wira tampak fokus berjalan lurus menembus rindangnya pohon-pohon pinus. Satu jam setelan insident di tenda konsumsi itu. Sepertinya Farzz benar bahwa Tara sedang ada dalam masalah besar, Wira marah padanya, bahkan ketika Tara berusaha untuk memperbaiki keadaan dan menjelaskan semuanya, Wira tampak tidak mau mendengar lagi.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai minor inconvenience
Baca
+Pustaka
ABNORMAL

ABNORMAL

Sakit di daerah pangkal pahanya membuat dia merasa tak sanggup untuk melanghkah lebih cepat. "Ya Tuhan, rasanya sakit sekali ...." Gadis itu meringis kesakitan. Tetapi dia berusaha untuk berjalan kembali walaupun semuanya tampak seperti keong. Perlahan tetapi pasti Liliana masuk ke dalam kamar mandi. Dia melepas handuk yang ia kenakan dan kini dia bercermin dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun. Kini tubuh putihnya tampak berwarna, karena suami tuanya itu telah memberikan beberapa kissmark di leher dan dadanya. Sunguh membuatnya geram.
9.96.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai minor inconvenience
Baca
+Pustaka
Difficult

Difficult

Leo mencoba mengingat pembicaraan mereka terakhir. “Mungkin dia ingin bicara sama kamu lagi, ingin kamu berubah pikiran.” Tania memberikan pendapat “Manusia terkadang menyesal belakangan, mami lihat dia sekarang mengalami itu. Kamu harus memikirkan bagaimana harus bersikap, jangan mengulang kesalahan yang sama. Dia tahu kelemahan kamu adalah Risa, jadinya memanfaatkan ini agar kamu melakukan perhatian dan kembali sama dia.”
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai minor inconvenience
Baca
+Pustaka
Choice

Choice

Menutup rasa lelahnya. ***** ***** ***** Maya mengetuk pintu kamar Ray yang setengah terbuka. Dia ijin ke mini market sebentar untuk membeli susu anak-anak. “Aku aja yang ke mini market.” “Memang kamu nggak sibuk?” “Cuma ngedit gambar aja.” “Ok, deh, makasih, ya.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai minor inconvenience
Baca
+Pustaka
Miss C

Miss C

Grace memandang sekitar yang ternyata tidak lama lagi akan sampai rumah “turunkan saya di mini market itu karena ada yang harus dibeli.” Raditya mengarahkan mobilnya ke tempat yang dimaksud oleh Grace, menyadari pertanyaannya yang terlalu pribadi tersebut membuat Raditya tidak bisa membela dirinya dihadapan Grace. Raditya seharusnya tidak menyanyakan hal tersebut diawal pertemuan, saat ini kedepan harus memulai semua dari awal. Raditya menghentikan mobilnya membuat Grace bersiap untuk segera keluar dari mobil Raditya dan rasanya salah karena harus memasuki mobil nasabah yang baru dikenalnya kurang dari dua puluh empat jam. “Terima kasih atas tumpangannya” Grace memandang Raditya yang memanda
9.938.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai minor inconvenience
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

Felix kembali memaki dirinya sendiri saat mengingat kealfaannya tadi. “Jangan dipikirkan lagi, apalagi yang bersangkutan sudah tidak mempermasalahkannya,” celetuk pikiran Felix. “Jangan buang-buang energimu untuk memikirkan hal-hal yang sifatnya sepele sekaligus tidak penting,” imbuhnya. Untuk menjernihkan kembali pikirannya, Felix beranjak dari sofa dan beralih menuju minibar. Ia ingin menikmati beberapa gelas wine agar perasaan bersalahnya menguap dari dalam dirinya.
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 765 kali sebagai minor inconvenience
Baca
+Pustaka
Mistake

Mistake

kata adriell memincing. "ngomong apaan sih, mau kaki lo ilang satu atau dua sekaligus gue gak peduli , pokoknya lo pulang dengan selamat" "jawab lo selalu ngebuat gue tersenyum. terima kasih. kesannya kayak dewasa padahal umur lo belum ada 20 tahun". "dewasa itu bukan dari umur , tapi dari gimana kita menyikapi masalah itu sendiri. udah jangan di bahas istirahat aja dulu biar cepet pulih ".
8.712.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai minor inconvenience
Baca
+Pustaka
Contradiction

Contradiction

Itu saja. "Apaan sih, gue gak sial. Elo aja yang terlalu mikirin. Cuma saran gue, lain kali, lo lebih ati-ati aja sih kalau ngapa-ngapain. Jadi, gak bakal ada kejadian kayak gini. Gue sih gak masalah, tapi elo yang nantinya bakal nyalahin diri lo sendiri kayak gini," ujar Adrian, membuat Cecil, akhirnya bisa berdamai dengan dirinya sedikit demi sedikit.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai minor inconvenience
Baca
+Pustaka
Contradiction

Contradiction

Meski memulai dan mudah melakukan penyerangan, sekaligus perlawanan, tetap saja tidak luput terkena serangan goresan atau apapun, intinya menyebabkan memar dan luka berdarah. Langkah kakinya terhenti sejenak, manik hitamnya tertuju pada jam dinding dalam minimarket. Sudah pukul dua malam. Tangannya terulur membuka pintu lemari es dan mengambil acak sekaleng minuman dingin, langsung menenggak sembari melangkah menuju kasir, meletakan uang begitu saja tanpa mengambil struk. "Gimana caranya agar insomnia lenyap ya?" desis Arsen, sembari menenggak habis minuman tadi. Lalu diremuk hingga patah dan melemparnya tepat ke tong sampah.
106.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai minor inconvenience
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status