Dosa dalam Cinta
“Aku lebih memilih mati daripada menjadi bagian dari kebohonganmu.”
Kusumo tertawa dingin. “Kalau begitu, bersiaplah menghadapi akhir dari kisahmu.”
Malam itu, Batavia diselimuti kabut tebal yang merayap di antara bangunan tua dan jalanan sempit. Lampu-lampu gas di sudut jalan berkelap-kelip, menciptakan bayangan yang menari-nari di dinding bangunan. Satrio berjalan perlahan, langkahnya terhenti di depan rumah tua yang disebut dalam surat misterius yang diterimanya. Bangunan itu tampak rapuh, dengan dinding kayu yang lapuk dan jendela-jendela yang tertutup rapat. Angin malam berhembus pelan, membawa aroma asin laut dan bau kayu basah.
ตอนยอดนิยม