Rayuan Maut Para Tetanggaku
Ruangan rapi, kasur king size dengan selimut putih, dan balkon terbuka dengan pemandangan kota Bandung yang berkelap-kelip.
"Di sini, Bim," katanya, mengajakku ke balkon.
Aku mendekat, angin malam dingin menusuk kulit. Balkon lantai tujuh ini tinggi sekali di bawah sana, jalan raya seperti garis tipis dengan mobil-mobil kecil berlalu-lalang. Aku lihat ke bawah pagar balkon: benar, ponsel Mbak Vania nyangkut di pipa AC yang menjorok keluar dari dinding, sekitar satu meter di bawah pagar.