Terjerat Takdir Tuan Saka
Hal itu membuat Saka sedikit waspada, namun juga terkesan.
Begitu pria itu berdiri di hadapannya, Saka dapat melihat dengan jelas postur tubuhnya yang tegak, bahu lebar, serta rahang yang tegas. Tinggi keduanya hampir sama. Rambut hitamnya disisir ke belakang dengan gaya sederhana dan rapi. Garis wajahnya, mata, hidung, bahkan lekuk tulang pipinya membuat dada Saka terasa sesak sesaat.
Ada rasa aneh menyelinap, seperti melihat bayangan dirinya sendiri di cermin yang bergerak lebih lambat. Saka mengerutkan kening tipis, sesuatu yang jarang ia lakukan pada orang baru.