RENOIR
Kesan kerennya seolah hancur gara-gara takut terkunci di perpustakaan.
Renoir mendongak, langit masih terang benderang, masih jauh dari petang. "Untuk menebus perbuatanku, ayo pergi ke tempat lain. Kau suka tiramisu?"
---
Cherie memoles muka dengan riasan seperlunya, gaun indah tak mengekspos bagian tubuh menjuntai hingga mata kaki, ia juga sudah menata rambut dengan rapi. Sebagai sentuhan akhir, parfum bermerk disemprotkan ke pergelangan tangan dan ceruk lehernya. Cherie tersenyum kepada pantulan dirinya di cermin, sudah lama ia tidak merasa bersemangat seperti ini. Perasaannya bercampur tidak karuan saking senangnya.
Hot Chapters