Cinta yang Ternoda
gusar nya dengan wajah pucat pasih, untung saja bibirnya sudah terbalut oleh lipstik merah menyala sehingga membuatnya tampil segar juga berani.
Terasa kedua bahunya tergenggam oleh sentuhan tangan, tangan yang halus juga aroma Parfum mahal itu tercium begitu menyenangkan untuk Aminah hisap. Bibir Aminah bergetar, dan matanya yang semula ingin ia buka seketika urung, keberaniannya seakan padam layu.
"Open your eyes." suara itu terdengar memerintah.
Perasaan dilema menyelimuti Aminah, "Permainan macam apa ini? Apa yang mereka maksud, apa yang ingin mereka perbuat," gusarnya, dalam canggung.
Hot Chapters