Kepergian Istri yang Tuan Dingin Sesali
Mereka memeriksa setiap sudut ruangan, mengamati barang-barang yang ada, dan tentu saja Tantri mengomentari semuanya.
“Lihat, Pa! Masa barang-barang Sagara dan warna cat dindingnya didominasi abu-abu semua.” Tantri menggeleng-gelengkan kepala. “Pakai banyak warna dong, kayak Mama! Biar hidup kamu itu lebih berwarna.”
Beberapa kali wanita itu mendecakkan lidahnya. Sagara yang sudah hafal dengan gaya ibunya hanya menghela napas panjang.
“Ma, ini lagi tren di kalangan anak muda. Namanya monokrom,” sahut Sagara mencoba bernegosiasi. Toh, sudah terlanjur ia aplikasikan di unit apartemennya.