Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

Permukaan bulan adalah tempat di mana keheningan bukan sekadar absennya suara, melainkan sebuah entitas yang menindas. Di sini, tidak ada molekul udara yang bisa digetarkan untuk menciptakan melodi. Jagad berdiri di ambang pintu palka *Resonance-0*, menatap hamparan abu vulkanik abu-abu dan kawah-kawah yang tampak seperti luka di wajah rembulan. Di kejauhan, Bumi menggantung seperti kelereng biru yang rapuh, satu-satunya sumber warna di tengah monokrom kosmik ini.
941 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai moon poetry
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

Bulan purnama besar menggantung tinggi di langit, begitu terang hingga nyaris menyaingi matahari siang hari. Cahaya perak bulan memantul di kolam batu giok yang luas di tengah taman istana. Permukaan air yang tenang menciptakan cermin sempurna, memantulkan bulan kedua yang sama indahnya dengan yang di langit.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 724 kali sebagai moon poetry
Baca
+Pustaka
Bound by the Moon

Bound by the Moon

suara Lyra tajam, namun bergetar. Orion menoleh. “Aku memutuskan untuk menjadi nyata.” Mereka saling diam. Kabut mulai menipis, memperlihatkan langit yang digantung oleh bulan setengah penuh—retakan di permukaannya kini terlihat jelas dari sini. “Kau tahu tentang ramalan,” gumam Lyra. “Tentang keturunan darah murni terakhir, pasangan sejati Alpha Kaelen...”
765 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai moon poetry
Baca
+Pustaka
Once in A Blue Moon

Once in A Blue Moon

****** "Cuaca hari ini hangat! Bagaimana kalau kita berjalan-jalan di taman?" ucap Lora membangunkan Bella. Lora khawatir melihat Bella yang selalu diam dan murung di kamar. Ini sudah hari ke tujuh Bella tidak keluar kamar. "Tidak.. aku ingin di kamar saja" ucap Bella pelan. "Ayo lah Nona... aku dengar bunga tulip di taman Gardenia sedang mekar"
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai moon poetry
Baca
+Pustaka
I Love You. And You?

I Love You. And You?

Ambilkan bulanku Yang selalu bersinar di langit Di langit bulan benderang Cahayanya sampai ke bintang Kalau sekarang aku dinyanyikan lagi itu lagi, aku akaan dengan keras membanntah. Pertama, bulan sangat amat mustahil bisa diambil atau digapai. Astronot yang ke sana saja hanya bisa mendarat tanpa bisa membawa pulang bulannya. Yang kedua, bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Justru bintanglah yang memiliki cahaya. Salah satu contohnya adalah matahari yang mana cahayanya memantul ke bulan.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai moon poetry
Baca
+Pustaka
Naik Ranjang

Naik Ranjang

Dua puluh hari berlalu ***************** POV HUMAIRA Bulan bertahta sempurna. Bulat penuh begitu kokoh menempati singgasananya. Bersinar terang merayu syahdu. Memancar indah menerangi qolbu.
9.8425.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.9K kali sebagai moon poetry
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Tuti Khoiriah Hasibuan
ceritanya bagus tapi sayangnya ditengah2 cerita terlalu banyak cerita yg tidak seharusnya ditulis padahal banyak hikmah yang bisa diambil kesetiaan, kerja keras, keikhlasan dan banyak lagi pesan moralnya author law nulis adegan dikamar layagnya tidak harus sedetail itu juga,
Baca Semua Ulasan
Shewolf

Shewolf

Selain menghemat tenaga, mereka juga bisa menyembunyikan idenditas mereka dengan baik. Kota yang Lunar tempati ini sangat jarang disinari matahari. Hanya saat matahari terbit dan beberapa waktu setelahnya saja matahri muncul. Selebihnya, hanya akan ada mendung atau hujan mengguyur. Dalam setahun, Lunar bisa menghitung hanya beberapa kali saja ia bisa merasakan sinar matahari selama sehari penuh.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 561 kali sebagai moon poetry
Baca
+Pustaka
Four Moons

Four Moons

Hani melihat pemandangan di depannya itu dengan tersenyum tipis, dan sedikit berharap bahwa masa kecilnya juga seperti itu. Langit telah berubah menjadi gelap, bulan mulai menyapa dan matahari mulai menghilang. Suasana di dalam vila masih terasa sangat ramai, karena sekarang semua anak sudah terbangun dan mulai bermain bersama. Di lain sisi, para orang tua dan Hani mulai mengistirahatkan punggungnya di kamar masing-masing, karena tadi habis membersihkan vila yang sedikit berdebu.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai moon poetry
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

" Dokter Surya mengusap kepala Langit. "Suka, suka banget." "Suka rasa apa?" "Rasa vanilla, Om Dokter suka rasa apa?" "Rasa vanilla juga. Kita samaan, tos dulu." Surya dan Langit melakukan tos bersama, Purnama yang melihat hal itu tersenyum. "Kapan-kapan kita makan ice cream bareng ya. Om tau tempat yang jual ice cream paling enak di sekitar sini. Mau ya?"
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai moon poetry
Baca
+Pustaka
Misteri Bulan

Misteri Bulan

Agil bangun dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi yang berada di luar rumah. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat Bulan berdiri dengan manis di samping sumur, senyumnya mengembang sempurna. Malam ini, Bulan terlihat cantik! “Hi… kamu merindukanku ya?” sapanya langsung. Ia mendekati Agil dan menggayut manja padanya.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai moon poetry
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status